Begini Nasib Rombongan Ibu-ibu yang Nekat Sewa Bus ke Jakarta - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Begini Nasib Rombongan Ibu-ibu yang Nekat Sewa Bus ke Jakarta

Tes-covid-19 

Tentu Anda masih mengingat rombongan ibu-ibu yang nekat sewa bus ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan saat pandemi corona. Rombongan pernikahan dari Grobogan yang nekat tersebut berakhir tragis.

Lima orang dinyatakan postif corona.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga nekat mencarter sebuah bus bersama rombongan untuk menghadiri resepsi pernikahan di Ibu Kota. Padahal, di tengah pandemi corona, pemerintah telah melarang warga memasuki zona merah Covid-19.

Rombongan warga di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu menghadiri pernikahan di Jakarta dengan menyarter sebuah bus. Tak berhenti di situ, menyusul kemudian beberapa orang tetangganya juga dinyatakan terinfeksi.

Seorang ibu rumah tangga mengeluh sakit, dinyatakan positif. Rombongan tersebut berada di Jakarta untuk menghadiri pesta pernikahan.

Namun sepulang dari Jakarta, seorang ibu rumah tangga berusia 40 tahun mengeluh sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19. Ia juga merupakan rombongan tamu pernikahan.

Ibu rumah tangga itu pun mendapatkan perawatan di ruang isolasi RSUD Soedjati Soemodiardjo Purwodadi pada Sabtu (4/4/2020). Setelah menjalani tes swab, pasien tersebut dinyatakan positif terinfeksi corona. Ia diduga tertular ketika berada di Jakarta.

Sejumlah tetangga reaktif

Usai mengetahui hasil tes swab, tim medis melakukan tracing. Mereka kemudian melakukan rapid test pada rombongan tamu pernikahan yang berada satu mobil dengan ibu rumah tangga tersebut.

Hasilnya beberapa orang dinyatakan reaktif dari rapid test. Mereka kemudian menjalani tes swab sebagai tindak lanjut. Empat orang menyusul dinyatakan positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Slamet Widodo akhirnya mengumumkan hasil tes swab pasien. Sebanyak empat orang warga yang merupakan rombongan tamu pernikahan itu dinyatakan positif Covid-19.

"Tadi hasil swabnya keluar dan positif Covid-19," kata Slamet, Kamis (23/4/2020)

Empat orang positif Covid-19 itu yaitu perempuan berusia 32 tahun, 37 dan 38 tahun. Serta satu orang lelaki berusia 48 tahun.

"Hasil tracing mereka tertular dari Jakarta saat menghadiri pernikahan," kata Slamet.

Dengan keluarnya hasil swab, artinya total 5 orang dari rombongan tamu pernikahan tersebut dinyatakan positif corona.

Kronologi Awal

Kronologi awal seorang ibu nekat carter bus ke Jakarta demi datangi resepsi, pulang bawa virus dan tulari tetangga.

Di saat Jakarta menjadi zona merah Covid-19, seorang ibu asal Grobogan, Jawa Tengah justru nekat mencarter bus dan menghadiri resepsi pernikahan.

Pulang dari acara tersebut, ia mulai mengeluhkan sakit dan dinyatakan positif corona. Tak cuma dirinya, beberapa tetangga yang sempat melakukan kontak dengannya juga tertular.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Slamet Widodo mengatakan, selain ibu rumah tangga tersebut, bus berisi rombongan warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangyung, Grobogan, tempat ibu itu tinggal.

Mengeluh sakit sepulang dari Jakarta

Sepulang dari Jakarta, ia mengeluh sakit. Lantaran gejala yang dialaminya mengarah ke Covid-19 ibu rumah tangga itu dirawat di RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.

Ia mendapatkan perawatan di ruang isolasi sejak Sabtu (4/4/2020).

Positif corona

Dua hari usai masuk ruang isolasi, pasien menjalani pemeriksaan swab, Senin (6/4/2020). Hasil tes swab menyatakan pasien positif terinfeksi corona.

"Semula statusnya PDP hingga dinyatakan positif Covid-19. Pasien ini jujur mengakui apa adanya," kata Slamet.

Keluarga non-reaktif, tetangga reaktif dari rapid test

Pihak RSUD dr Soedjati Soemodiarjo kemudian melaksanakan rapid test pada orang-orang yang berkontak dengan pasien Covid-19.

Mengingat, pasien tersebut berangkat dan pulang dari Jakarta bersama rombongan bus carteran.

"Hasil rapid test, keluarganya negatif (non-reaktif). Namun tiga orang tetangganya reaktif dari hasil rapid test," kata Slamet.

Tiga tetangganya tersebut lalu menjalani isolasi di rumah sakit.

"Untuk keluarga diminta isolasi mandiri dan tiga orang (tetangga) reaktif dari hasil rapid test kami isolasi di RSUD Getas Pendowo Wirosari Grobogan.

Rapid tes itu belum 100 persen positif corona. Validnya harus dilakukan tes swab," kata Slamet.

(Tribunjambi.com - Duanto)