Skandal Memalukan, 258 Pelari Bertindak Curang di Lomba Maraton Shenzen

Marathon-Shenzhen-2018

Penyelenggara maraton paruh jarak (half marathon) di Kota Shenzhen, China, mengatakan bahwa 258 peserta tertangkap basah melakukan kecurangan dalam agenda yang digelar pada Minggu 25 November.

Temuan kecurangan itu disampaikan oleh panitia penyelenggara pada Kamis 29 November, atas bantuan penyelidikan oleh Asosiasi Maraton dan Lari Jarak Jauh Internasional (AIMS).

Dikutip dari The Guardian pada Jumat (30/11/2018), sebanyak 18 pelari melakukan laporan jarak tempuh palsu, dan tiga lainnya berlari atas nama orang lain. Mereka menghadapi larangan seumur hidup untuk berpartisipasi dalam agenda maraton terkait, lapor kantor berita Xinhua.

Adapun sebanyak 237 peserta lainnya, yang sebagian besar ketahuan mengambil jalan pintas selama perlombaan, dilarang berpartisipasi kembali selama dua tahun.

Dalam kasus yang paling mencolok, kamera lalu lintas menangkap pelari yang berputar sekitar setidaknya 1 kilometer sebelum putaran U yang ditentukan, di mana hal itu berpotensi memangkas sekitar 10 persen dari total jarak tempuh sejauh 21 kilometer.

Rekaman kamera pengawas juga menunjukkan beberapa pelari melintasi semak-semak dan pohon yang memisahkan dua bagian lintasan maraton.

Panitia penyelenggara mengatakan kepada Xinhua: "Kami sangat menyesalkan pelanggaran yang terjadi selama acara tersebut. Berlari maraton tidak hanya olahraga, itu adalah metafora untuk kehidupan, dan setiap pelari bertanggung jawab untuk dirinya sendiri."

Karena begitu menyita perhatian, sampai-sampai kantor berita Xinhua menambahkan komentar "merasa sangat malu" dalam salah satu laporannya.

"Tidak peduli peserta atau penyelenggara, mereka harus merefleksikan: Apa pentingnya berpartisipasi dan mengadakan maraton? Jangan berlari dan melupakan tujuan Anda melakukannya," tulis kantor berita pemerintah China itu dalam sebuah editorial digital.

Maraton Kian Digemari di China

Pelari juga diwajibkan untuk menggunakan chip elektronik, di mana akan terdeteksi saat melewati alas penghitung waktu yang dipasang di sekitar lintasan.

Kebijakan ini juga memberikan daftar waktu yang lebih akurat secara real time, serta dapat dilihat, baik oleh penyelenggara maupun publik.

Kegiatan maraton semakin digemari di China dalam beberapa waktu terakhir, meskipun masih kerap terkendala polusi yang menyelimuti kota-kota besar.

Banyak warga China menyukau aktivitas ini sebagai ajang untuk saling pamer perlengkapan lari yang modis dan canggih, sekaligus bersosialisasi secara luas.

Pada 2011, Tiongkok hanya memiliki 22 loma marayon. Namun sekarang, menurut Asosiasi Atletik China, angka itu telah meroket menjadi hampir 1.100 gelaran di sepanjang 2018.

(liputan6.com - Happy Ferdian Syah Utomo)
Newest
Previous
Next Post »