Kronologi Lion Air JT 610 Hilang Kontak dengan ATC

lion-air-jatuh-2018-di-perairan-karawang 

Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Bagoes Soenjoyo mengatakan, Senin (29/10/2018) pukul 06.21 WIB, pilot pesawat Lion Air JT 610 melaporkan untuk berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, menuju Pangkal Pinang.

Bagoes mengatakan, dari pemeriksaan, pesawat yang hendak menuju Pangkal Pinang itu dinyatakan laik terbang.

"Kondisi pesawat sampai penerbangan terakhir dinyatakan laik terbang," ujar Bagoes saat konferensi pers di gedung crisis center Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta, Senin.

Kondisi kelaikan pesawat dinyatakan dengan tanda pendaftaran atau tanda kelaikan pesawat. Namun, pada pukul 06.31 WIB, pilot pesawat tiba-tiba meminta kepada air traffic control (ATC) untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB).

Bagoes menyebut, pilot tidak menyampaikan alasan permintaan tersebut. Pihak ATC menyetujui permintaan untuk RTB. Namun, seketika itu pihak ATC kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.

Bagoes mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah setelah kehilangan kontak dengan ATC, pesawat masih berada di titik lokasi saat hilangnya kontak atau sudah berputar kembali menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Permintaan saat perjalanan ditanggapi untuk RTB dan disetujui. Tapi, apakah kembali atau masih di titik awal kami belum tahu," ujar Bagoes.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 itu mengangkut 181 penumpang, terdiri dari 124 laki-laki, 54 perempuan, 1 anak-anak, dan 2 bayi.

Pesawat tersebut jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Basarnas telah menemukan beberapa barang yang diduga milik penumpang serta serpihan tubuh pesawat. Namun, belum ada kepastian mengenai kondisi korban.

(kompas.com - David Oliver, Robertus Belarminus)
Previous
Next Post »