Blak-blakan Orang Dalam Tentang Kejatuhan Nokia

nokia-2018 

Dulu, ponsel Nokia nomor satu. Tapi kegagalan mengantisipasi serbuan ponsel Android dan lebih memilih sistem operasi Windows Phone membawa bisnis ponsel Nokia pada kehancuran. Peristiwa ini dikuak kembali oleh bos Nokia.

Chairman Nokia, Risto Siilasma, baru saja meluncurkan buku bertajuk 'Transforming Nokia: The power of paranoid optimism to lead through colossal change'. Buku itu antara lain membahas kisah di balik layar meredupnya ponsel Nokia.

Risto dengan blak-blakan mengungkap di buku itu, apa saja penyebab kehancuran Nokia menurut versinya. Berikut sebagian intisarinya yang dihimpun dari ebrbagai sumber.

Kesalahan Chairman Terdahulu

Chairman Nokia, Risto Siilasma, baru saja meluncurkan buku bertajuk 'Transforming Nokia: The power of paranoid optimism to lead through colossal change'. Buku itu antara lain membahas kisah di balik layar meredupnya ponsel Nokia.

Risto menyalahkan CEO Nokia terdahulu, Jorma Ollila, sebagai salah satu penyebab utama terpuruknya Nokia. Ia menulis Jorma orang yang temperamental dan menyebarkan ketakutan di Nokia, sehingga tidak ada diskusi terbuka serta kerap menutupi jika ada kabar buruk.

Risto berkisah dia sudah meminta agar Nokia ikut memakai OS Android pada tahun 2009 sebagai pengganti Symbian yang kian ketinggalan. Akan tetapi usulnya itu tidak pernah diindahkan, terutama oleh Jorma.

Pada tahun 2013, seiring jatuhnya bisnis ponsel Nokia, Risto yang sudah jadi chairman Nokia memberitahukan rencana untuk menjual divisi ponsel Nokia pada Microsoft. Tapi Jorma tidak terima dengan rencana itu.

"Perbincangan di antara kami selalu sama polanya, aku berusaha ramah, dia meledak-ledak dan mengatakan aku akan merusak warisannya," kata Risto.

Ollila sendiri yang sekarang sudah pensiun adalah CEO Nokia di masa puncak, dari tahun 1992 sampai 2006. Dia lalu menjadi Chairman sampai tahun 2012. Posisi sebagai CEO lalu dijabat oleh Olli-Pekka Kallasvuo yang dianggap kurang bersinar. Nokia makin tertekan.

CEO Nokia yang mulai menjabat tahun 2010, Stephen Elop, yang dipilih oleh Jorma kemudian mengeksekusi pemakaian Windows Phone. Perlahan tapi pasti, Nokia ditinggalkan oleh konsumennya dan akhirnya dijual pada Microsoft pada tahun 2014.

Kini, bisnis ponsel Nokia sudah dilepas Microsoft dan dikelola startup baru bernama HMD Global. Ponsel Nokia pun berusaha dibangkitkan memakai OS Android dan telah meraih penjualan lumayan meski belum sejaya dahulu.

nokia-lumina

Setia Symbian, Nokia Menolak Android

Sistem operasi Symbian pernah membawa Nokia ke puncak kejayaan. Tapi tak ada yang abadi, Symbian lalu diusik iOS kemudian Android. Sayang, Nokia terlena. Inilah kisah di balik layarnya.

Chairman Nokia, Risto Siilasma mengungkap bahwa manajemen Nokia ketika itu sudah menyadari usangnya Symbian. Namun kenyataan itu jarang didiskusikan. "Aku memahami ada masalah besar di Nokia kala itu," kata Risto yang dikutip dari Helsingin Salomat.

Nokia memang masih menuai keuntungan besar dari deretan ponsel Symbian. Tapi pada tahun 2009, jelas bahwa iPhone telah merevolusi industri smartphone dengan layar sentuhnya yang inovatif.

Kemudian Google memperkenalkan sistem operasi Android. Salah satu pengadopsi pertamanya adalah Samsung, saingan utama Nokia.

Perlahan tapi pasti, Nokia pun ketinggalan. Symbian memang diperbaiki, tapi tetap tidak cukup bagus. Risto pun ingin manajemen segera bertindak. Ia mengusulkan Nokia mengadopsi Android.

Risto mengusulkan Nokia harus menganalisa bagaimana jika memakai Android dengan dana uji coba mungkin di kisaran jutaan euro. Jumlah yang sangat kecil dibandingkan kekayaan Nokia kala itu.

Rencana itu akan menjadi cadangan jika proyek software Nokia yang lain gagal dan ancaman makin nyata. Android bisa menjadi juru selamat. Kala itu, Android memang belum meraksasa sehingga wajar jika Nokia harus hati-hati jika ingin menggunakannya.

Tapi Chairman Nokia ketika itu, Jorma Ollila, yang dianggap Risto paling bertanggungjawab atas jatuhnya bisnis ponsel Nokia, sama sekali tidak mengindahkan usulan Risto. Tampaknya, Jorma tidak mau mengakui Symbian sudah ketinggalan dan mulai kehilangan peminat.

Begitulah, sejarah mencatat Nokia akhirnya menjatuhkan pilihan pada Windows Phone yang dieksekusi oleh CEO Stephen Elop pada tahun 2010. Sayang, pilihan ini menjungkalkan Nokia yang pernah jadi ponsel sejuta umat.

Jatuh ke Tangan Microsoft

Chairman Nokia, Risto Siilasmaa, mengisahkan bahwa Nokia sebenarnya dulu serius mengembangkan sistem operasi MeeGo yang digadang menggantikan Symbian. Tapi OS itu tidak memuaskan hasilnya sehingga Nokia harus memilih, memakai Android atau Windows Phone.

Google tidak tertarik bekerja sama dengan Nokia sementara Microsoft selaku pemilik Windows Phone berjanji memberi dukungan penuh. "Direksi berpandangan kolektif bahwa Google bukan pilihan yang baik," kata Risto.

Akhirnya Nokia memilih Windows Phone karena Microsoft berjanji habis-habisan membantu Nokia. Risto mengakui kala itu, ia turut mendukung keputusan tersebut walau akhirnya menyesalinya. Terlebih ia pernah mengusulkan Nokia memakai Android saja.

Tahun 2012, Risto menggantikan Jorma Ollila menjadi Chairman Nokia. Bisnis ponsel Nokia bersama Microsoft ternyata tidak memenuhi target penjualan dan Nokia rugi besar. Mau tak mau, berbagai alternatif pun dipertimbangkan, termasuk menjual divisi ponsel Nokia.

CEO Microsoft ketika itu, Steve Ballmer, mengajak Risto bertemu di Barcelona. Kebetulan sekali, Ballmer mengungkapkan keinginan kuat Microsoft untuk membeli divisi ponsel Nokia.

Ketika itu, Risto menceritakan bahwa Microsoft ternyata juga mempertimbangkan kemungkinan mengakusisi HTC, vendor ponsel asal Taiwan.

Negosiasi pun berlangsung panjang dan alot. Divisi ponsel Nokia sudah berdarah-darah dan Microsoft menawarkan harga akuisisi hanya antara 4,25 milair sampai 5,25 miliar euro. Pada September 2013, akhirnya mereka sepakat di harga 5,44 miliar euro.

Microsoft sempat punya ekspektasi besar ketika membeli divisi ponsel Nokia ini. Tapi pada akhirnya, mereka tetap gagal di bisnis ponsel hingga akhirnya lepas tangan. Produksi ponsel Nokia kini dikendalikan oleh perusahaan baru asal Finlandia bernama HMD Global.

Karyawan Nokia Diminta Belajar

Meski menceritakan keburukan Jorma Ollila, sosok mantan Chairman yang dianggap Risto paling bertanggungjawab dalam kejatuhan Nokia dahulu, buku ini menurut dia bukan untuk memicu konflik. Melainkan untuk pembelajaran dari krisis besar yang dulu pernah menimpa perusahaan.

"Aku berharap karyawan kami akan membaca buku ini, sehingga kami tidak membuat kesalahan yang sama lagi. Pelajaran di buku ini adalah tentang hal-hal positif," sebut Risto yang dikutip dari Helsingin Salomat.

Risto pernah menyatakan, jika sebuah perusahaan begitu besar dan bisa jatuh begitu parah seperti yang pernah dialami Nokia, pasti ada yang salah dengan manajemennya.

"Jika sebuah perusahaan adalah yang terbesar di dunia, dengan banyak uang dan investasi besar dalam riset dan pengembangan dan kalah dari kompetitor, satu-satunya penjelasan adalah ada masalah dengan manajemennya," kata dia.

Ollila memang membawa Nokia pada puncak kejayaan, terutama saat menjadi CEO pada tahun 1992 sampai 2006. Namun di bawah kendalinya pula Nokia mengalami kejatuhan. Dia tidak melihat ancaman besar pada sistem operasi Symbian dan juga tidak mau dikritik.

"Jorma mengikat identitasnya dengan sukses perusahaan begitu kuatnya sehingga semua kritikan dianggapnya sebagai masalah pribadi. Itulah mengapa dia bertahan dengan sangat agresif. Diskusi mengenai alternatif baru atau masalah baru sangat sulit, bahkan tidak mungkin," tandasnya.

CEO Nokia, Stephen Elop, yang mengeksekusi pemakaian Windows Phone selama ini memang dianggap sebagai tersangka utama tumbangnya Nokia. Namun bagi Risto, dosa Ollila yang notabene berada di posisi manajemen paling atas sebagai Chairman, tidak kalah besarnya.

(detik.com - Fino Yurio Kristo)
Previous
Next Post »