2 Perusahaan Farmasi Diduga Terlibat Kasus Lab Narkoba di Diskotek MG - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

2 Perusahaan Farmasi Diduga Terlibat Kasus Lab Narkoba di Diskotek MG

gerebek-diskotek-mg 

Badan Narkotika Nasional ( BNN) menduga ada dua perusahaan farmasi yang terlibat kasus laboratorium narkoba di Diskotek MG Club, Jakarta Barat.

Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan bahan baku pembuat obat atau prekursor saat penggerebekan dilakukan pada Minggu (17/12/2017) dini hari.

"Bahannya berasal dari dua sumber, ada yang resmi dan importir. Kita masih dalami, tapi kita sudah proses pemanggilan perusahaan tersebut," kata Irjen Arman Depari selaku Deputi Pemberantasan BNN kepada media di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Prekursor merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan obat yang berada dalam pengawasan. Namun, bahan kimia tersebut dapat disalahgunakan untuk membuat narkoba.

"Impor prekursor hanya bisa dilakukan farmasi besar yang punya izin sebagai importir," ucap Amran.

Arman mengatakan, prekursor yang ditemukan pada pabrik ekstasi cair di diskotek MG Club menggunakan beberapa jenis bahan padat dan cair, seperti piperonal, asam asetat murni, dan merkuri klorida.

Beberapa di antaranya diduga merupakan barang ilegal yang sengaja diselundupkan atau tidak dijual secara resmi.

Amran melanjutkan, pihak yang terlibat di perusahaan tersebut bisa dipidana jika sengaja mendistribusikan bahan baku untuk pembuatan narkoba di diskotek MG.

"Saya tidak ingat persis nama perusahaan tersebut, tapi mereka ada di Jakarta dan Bogor. Kita akan tindak secara pidana bila memang diketahui sengaja mendistribusikan barang tersebut," kata Arman.

(kompas.com)