Pria Ini Tinggal di Mal Singapura Selama 4 Tahun - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pria Ini Tinggal di Mal Singapura Selama 4 Tahun

singapore-jurong-point-mall

Seorang pria berusia 35 tahun diduga telah tinggal di sebuah pusat perbelanjaan di Singapura, Jurong Point, selama hampir empat tahun.

Pria bernama Chen Jinfu yang bekerja di sebuah pabrik elektronik itu, hidup di luar Jurong Point, di sepanjang trotoar dan tangga di sana.

Menurut laporan media Singapura, Lianhe Wanbao, menemukan Chen ketika sedang duduk di atas koran, menonton sebuah acara di tabletnya sambil meminum susu kedelai dan memakan roti.

Chen mengatakan kepada Wanbao, dirinya sebenarnya telah menyewa sebuah ruangan di Boon Lay seharga 250 dolar Singapura atau sekitar Rp 2,34 juta.

Namun ia mengaku lebih suka tinggal di Jurong Point karena kamar yang disewanya terlalu panas dan ia memiliki hubungan yang tak terlalu baik dengan teman sekamarnya.

Ia juga menambahkan, Jurong Point lebih dingin, memiliki supermarket 24 jam, dan ia dapat menggunakan Wi-Fi gratis dan dapat mengisi daya ponselnya di mal.

Seorang juru bicara Jurong Point mengatakan, pihaknya mempesilahkan Chen untuk tinggal di sana selama tak menimbulkan gangguan.

"Kami berbesar hati bahwa pengunjung menikmati menggunakan fasilitas ini," ujar jubir Jurong Point yang merujuk pada fasilitas Wi-Fi gratis seperti dikutip dari Asia One, Rabu (18/1/2017).

"Jika Chen Jinfu menggunakan fasilitas kami dalam cara yang pantas dan tak melakukan gangguan atau ancaman apapun terhadap keamanan mal, kami menyambutnya seperti pengunjung lain," imbuh dia.

Chen yang berasal dari Ipoh, Malaysia, telah bekerja di Singapura selama lebih dari 10 tahun. Saat ini ia berpenghasilan lebih dari 1.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 9,3 juta per bulan.

Ia mengaku tak pernah diusir dan juga melihat orang lain yang berkeliaran di tempat tersebut seperti dirinya.

Ketika ditanya mengapa dirinya masih menyewa tempat tinggal meski dirinya lebih suka tinggal di Jurong Piit, Chen berkata bahwa ia membutuhkan alamat tempat tinggal untuk izin kerjanya.

Untuk memaksimalkan tabungannya, Chen pergi ke Johor hampir setiap akhir pekan untuk membeli keperluan sehari-hari.

Ia juga mengunjungi orangtuanya yang telah pensiun di Ipoh hanya satu tahun sekali saat Tahun Baru Imlek, dengan alasan membutuhkan biaya besar untuk pergi ke sana.

Chen bukan satu-satunya orang yang tinggal di fasilitas umum. Dua pekan lalu, terdapat laporan yang menyebut bahwa ada seorang wanita tinggal di Changi Airport, Singapura, meski ia telah menyewa flat tiga kamar.

(liputan6.com)