Demam Pokemon Go Membuat Saham Nintendo Meroket - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Demam Pokemon Go Membuat Saham Nintendo Meroket

pokemon go logo-min
Saham Nintendo sudah menjadi incaran investor sejak perusahaan asal Jepang ini merilis game terbarunya, Pokemon Go, pada Kamis (7/7) lalu.

Tak mengherankan jika pada Senin (11/7) kemarin, saham Nintendo meroket hampir 25% di Tokyo setelah sebelumnya melesat 9% pada Jumat (8/7). 

Game terbaru pada ponsel pintar ini memungkinkan para pemain untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar mereka. Game ini menggunakan augmented reality --yang memungkinkan kamera ponsel untuk mendeteksi makhluk virtual yang imut di dunia nyata.

Per Jumat lalu, game ini sudah diunduh lebih dari jutaan kali di perangkat Android dan Apple.

Kesuksesan game Pokemon Go ini dapat menjadi titik balik bagi perusahaan yang beberapa waktu belakangan tengah mengalami kesulitan keuangan.  Pasalnya, penjualan game console yang dirilis beberapa waktu lalu, Wii U, tak terlalu menggembirakan karena kalah bersaing dengan game Xbox One besutan Microsoft dan PlayStation 4 dari Sony.

Hasilnya, keuangan Nintendo pun terpukul di mana laba bersih perusahaan tersebut anjlok sekitar 60% pada tahun fiskal terayar. Penurunan kinerja juga berdampak pada kemerosotan harga saham.

Sebelum mencatatkan rebound pada Jumat kemarin, saham Nintendo sudah ambles hampir 50% dalam 12 bulan terakhir.

Tergerusnya laba dan penjualan membuat Nintendo berpikir keras untuk menciptakan strategi baru. Perusahaan sudah mengumumkan rencananya untuk merilis game konsol baru pada awal tahun depan dengan nama kode "NX". Sayang, belum ada penjelasan lebih jauh mengenai hal ini.

Nintendo juga merilis video game untuk ponsel yang dinamakan Mitomo pada Maret lalu. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan untuk membuat film dengan karakter game populer miliknya.

Pada awal tahun ini, Nintendo menjual saham mayoritas di tim baseball Seattle Mariners untuk mendapatkan dana tunai. Perusahaan sudah menjadi pemegang saham mayoritas di tim tersebut selama 24 tahun.

(kontan.co.id)