Pria Uzur di Inggris Cari PRT yang Bersedia Bekerja Sambil Bugil - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pria Uzur di Inggris Cari PRT yang Bersedia Bekerja Sambil Bugil

iklan PRT Bugil

Seorang pria pensiunan berusia 69 tahun asal Bristol, Inggris, mencari seorang perempuan untuk menjadi pembantu rumah tangga. Pria ini bahkan bersedia membayar upah di atas harga pasaran asal perempuan tersebut bersedia bekerja di rumahnya tanpa mengenakan busana alias bugil.

Pria yang hanya mengaku bernama John ini bahkan memasang iklan untuk mencari pembantu rumah tangga tersebut di sebuah kios surat kabar setempat.

Tuntutan John sederhana, perempuan itu nantinya bekerja mencuci piring, menyapu rumah, dan merapikan seisi rumah. Namun, dia ingin sang PRT mengerjakan semua itu dengan telanjang.

Bagi mereka yang bersedia, John akan memberi upah 20 poundsterling atau lebih dari Rp 400.000 per jam. Ternyata, selama sepekan terakhir, 11 orang perempuan menanggapi serius iklan yang dipasang John itu.

Meski terkesan aneh, John yang menceraikan istrinya 24 tahun lalu itu merasa tak ada yang salah dengan keinginan "nyelenehnya" itu.

"Saya tak melakukan sesuatu yang ilegal. Saya tak menyakiti siapa pun. Saya hanya suka melihat perempuan telanjang," ujar John.

"Jika seorang  yang cabul, saya akan menghubungi agen-agen yang menyediakan perempuan pendamping. Jika saya ingin berhubungan seksual, saya akan pergi ke kawasan lokalisasi prostitusi," kata dia.

John mengatakan, idenya untuk mencari pembantu telanjang muncul setelah sebuah perbincangan dengan seorang kawannya di London beberapa waktu lalu.

John mengenang, begitu dia pulang ke Bristol lalu dia berencana memasang iklan di kios koran setempat. Pada awalnya, dia sempat ragu apakah dia diizinkan memasang iklan semacam itu.

"Ternyata, pemilik kios mengizinkan karena iklan itu tidak vulgar. Dalam sepekan, saya mendapatkan 11 tanggapan. Saya lalu menelepon mereka lalu menyaring hingga tersisa empat orang sebelum bertemu dan mewawancarai mereka," kata John.

Akhirnya, John memilih seorang perempuan berusia 35 tahun dan perempuan itu bekerja untuk John selama 18 bulan. Namun, perempuan itu berhenti bekerja setelah suaminya harus meninggalkan Bristol karena mendapat pekerjaan baru.

John lalu mencari penggantinya dan langsung mendapatkan pembantu baru, kali ini seorang guru. Namun, guru itu tak lama bekerja di kediamannya karena mendengar kasus seorang guru yang dipecat karena bekerja sampingan di industri seks.

"Ternyata, bukan uang yang menjadi pertimbangan para perempuan itu. Mereka tampaknya mencari petualangan dan kesenangan untuk kedua pihak. Saya justru ingin mereka melakukan ini bukan semata karena uang," ujar John.

Sejauh ini, John mengatakan belum akan menghentikan hobinya mencari pembantu telanjang. Iklan terbarunya sudah mendapat dua tanggapan serius.

"Saya memang suka melihat perempuan telanjang, itu saya akui. Namun, saya tak melakukan hal ilegal. Saya tak memaksa mereka melakukan sesuatu," kata John.

"Dua pembantu saya yang pertama bahkan masih sering menghubungi saya sekadar menanyakan kabar. Jika ada yang mencari pembantu rumah tangga, saya akan rekomendasikan mereka," kata John.

(kompas.com)