8 Jenazah dari Nusakambangan Usai Eksekusi Mati - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

8 Jenazah dari Nusakambangan Usai Eksekusi Mati

mobil ambulance 8 terpidana mati

Rabu (29/4/2015) pagi, 8 ambulan yang telah diberi nomor urut masing-masing itu keluar dalam 2 tahap secara berurutan. Tahap pertama mulai pukul 04.45 WIB, yakni ambulans bernomor 1, 2, 4, 6 dan 7. 

Nomor ambulans tersebut disebut-sebut sudah disesuaikan dengan nama 8 terpidana mati. Namun hingga kini belum ada pihak yang menyatakan secara resmi nama-nama terpidana mati itu sesuai nomor ambulans. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 3 ambulance sisanya yang belum keluar dari dermaga, diduga mengangkut 2 jenazah terpidana mati asal Nigeria Raheem Agbaje Salami dan Okwudili Oyatanze, serta jenazah Zainal Abidin.

Jenazah Raheem rencanananya akan dibawa menggunakan jalur darat ke Madiun, Okwudili ke Ambarawa dan Zainal ke Cilacap. Begitu juga 5 jenazah lainnya.

Kemudian pada tahap kedua pada pukul 05.25 WIB, 3 ambulass lainnya yang bernomor urut 5, 8 dan 9 itu keluar dari dermaga. Ambulans nomor 9 diduga mengangkut jenazah Zainal Abidin. Hal itu terlihat dari adik kandungnya, Iwan Setiawan yang duduk di kursi depan ambulans, didampingi Ketua MUI Cilacap Hasan Makarim.

Di atas peti jenazah Zainal juga terlihat Alquran, sesuai permintaan terakhirnya menjelang eksekusi mati.

Iring-iringan 8 mobil jenazah itu ditutup rangkaian mobil polisi dari tim Inafis dan Identifikasi. Termasuk mobil Kedubes Australia berplat nomor CD 1833. Jenazah terpidana mati tersebut rencananya akan dibawa ke masing-masing lokasi pemakaman.

Eksekusi terhadap 8 terpidana mati kasus narkoba telah dilaksanakan di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan, pada Rabu dini hari tadi, sekitar pukul 00.25 WIB.

8 Terpidana mati itu adalah duo Bali Nine yang juga warga Australia yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, warga Nigeria Raheem Agbaje Salami, WNI Zainal Abidin, warga Brasil Rodrigo Gularte, 2 warga Nigeria Okwudili Oyatanze dan Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa, serta warga Ghana Martin Anderson alias Belo.

Sedangkan eksekusi terhadap terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, ditunda pelaksanaannya. Diduga Mary Jane adalah korban human trafficking atau perdagangan manusia.

(liputan6.com)