ISIS Bunuh Sandera lalu Sajikan Dagingnya untuk Sang Ibu - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

ISIS Bunuh Sandera lalu Sajikan Dagingnya untuk Sang Ibu

isis

Seorang warga Inggris yang pergi ke Irak untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim kelompok militan itu membunuh seorang sandera, memutilasi sandera itu, memasaknya, dan menyuguhkannya kepada sang ibu yang ingin menengoknya.

Yassir Abdullah (36), seorang penjaga keamanan asal Keighley, Yorshire Barat, berada di Irak lalu bergabung dengan pasukan Peshmerga untuk memerangi ISIS setelah mendengar kelompok itu menduduki desanya di Kurdistan yang ditinggalkannya pada tahun 2000.

Yassir yang kembali ke Inggris pekan lalu menceritakan kisah mengerikan itu kepada harianThe Sun. Kepada harian itu, Yassir mengatakan, seorang perempuan tua Kurdi pergi ke kota Mosul untuk bertemu dengan ISIS yang telah menculik putranya.

Perempuan itu, lanjut Yasser, pergi ke Mosul untuk mencoba membebaskan putranya yang disandera ISIS. "Perempuan tua itu bertekad untuk menemukan putranya dan nekat pergi ke basis ISIS dan meminta mereka mempertemukan dia dengan sang putra," kata Yassir.

"Sejumlah anggota ISIS kemudian memintanya duduk dan beristirahat karena telah menempuh perjalanan jauh. Mereka mengatakan akan menyuguhkan makanan sebelum membawa perempuan itu bertemu putranya," tambah Yassir.

Yassir melanjutkan, para anggota ISIS itu membawakan dia secangkir teh dan memberinya makanan berupa nasi, sup, dan daging. Saat itu, perempuan tersebut mengatakan bahwa para anggota ISIS itu sangat baik.

"Namun, setelah perempuan itu selesai makan dan meminta dipertemukan dengan putranya, mereka tertawa. Mereka mengatakan, 'Kau baru saja memakan dia,'" lanjut Yassir.

Sayangnya, Yassir tak menjelaskan reaksi perempuan itu setelah mendengar dia menyantap daging anaknya sendiri.

Namun, Yassir melanjutkan, selama berada di garis depan, dia menyaksikan sendiri bagaimana ISIS meneror warga lokal dengan mengancam akan menculik lalu membakar atau mengubur mereka hidup-hidup.

Meski saat ini sudah berada kembali di Yorkshire, Inggris, Yassir justru ingin kembali ke Irak dan menyelesaikan pekerjaannya memerangi dan mengalahkan ISIS.

Sumber: kompas.com