Cerita Tragis Terseret di Kolong Mobil Hingga 30 KM - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Cerita Tragis Terseret di Kolong Mobil Hingga 30 KM

tubuh firman terseret 30 km hingga ke pintu tol

Insiden itu bermula saat Firman yang mengendarai motor Yamah Vega hendak menyalip Honda City D 1347 UI dari sebelah kanan. Saat hendak mendahului tiba-tiba saja ada motor lain muncul.

Entah bagaimana ceritanya, kedua motor itu bersenggolan. "Selepas nyalip dari arah berlawanan ada motor terus senggolan," jelas Kanit Laka Lantas Polresta Cimahi, Ipda Tomy Fidianto.

Tragis, saat bersenggolan itulah tubuh Firman terpelanting dan tergilas Honda City dan terseret 30 kilometer.

"Ngakunya (pelaku) enggak tahu kalau korban nyangkut di belakang mobil," katanya.

Firman terbawa sejak lokasi kecelakaan, kemudian masuk pintu Tol Pasirkoja dan tubuhnya kemudian ditemukan di Tol Cikamuning dalam kondisi mengenaskan.

Kecepatan Capai 120 km/jam

Mobil Honda City melaju kencang usai melihat hempasan tubuh Firman dan warga yang terus berteriak. Akhirnya tubuh Firman malah terbawa korban menggantung di kolong dengan kondisi mobil melaju hingga kecepatan 120 kilometer/jam.

"Kecepatan diperkirakan mencapai 120 km/jam, itu ketika di dalam tol," kata Kapolres Cimahi, AKBP Erwin Kurniawan.

Yana panik dan tancap gas lantaran di TKP warga sudah menegur untuk menghentikan mobilnya. Bukannya mengerem pedal gas, mobil sedan itu malah terus tancap gas dan baru terhenti di Tol Cipularang km 116.600.

"Diberhentikannya oleh kernet bus, yang melihat sesosok orang seperti ada di dalam kolong mobil," terangnya.

Empat Motor Warga Hingga Masuk Tol

Segala cara dilakukan warga agar Yana menghentikan laju kendaraannya. Sebab, mereka melihat tubuh Firman masih tergantung di kolong mobil.

Ada yang berteriak-teriak, hingga mengejar mobil Yana dengan menggunakan sepeda motor sampai ke dalam Tol Cipularang.

"Motor yang mengejar kecepatannya mencapai 80 km/jam. Motor juga ikut mengejar ke dalam tol. Masuknya lewat Pasirkoja," kata Kapolres Cimahi, AKBP Erwin Kurniawan.

Bukannya berhenti, dia makin tancap gas. Hingga keempat motor itu tak sanggup mengejar.

"Karena tidak terkejar akhirnya motor keluar Tol Baros (Cimahi)," tambahnya.

Panik Hingga Tancap Gas

Yana, pengemudi Honda City yang menyeret mahasiswa UPI mengaku gugup saat tubuh Firman terhempas mobilnya. Dia sebelumnya memang melihat korban terlibat kecelakaan dengan sesama motor.

"Pertama lihat ada motor jatuh di depan," kata Yana saat ditemui di sela pemeriksaannya di Polresta Cimahi.

Dengan kepanikan, dia tak sempat menginjak pedal rem. Apalagi, orang-orang berteriak menambah gugup.

"Saya enggak sempat ngerem. Ada yang bilang ada orang. Saya gugup. Saya lihat tangan. Saya takut ada massa teriak-teriak," jelasnya.

Dia mengaku langsung tanpa gas untuk mencari lokasi yang aman. Dia pun menyadari ada yang mengganjal di bagian bawah mobilnya, tapi ketakutan semakin buatnya tak konsentrasi saat mengemudi.

"Saya lari ke tempat kosong. Tapi banyak truk. Memang seperti ada suara seperti barang terseret. Tapi saya takut dan panik," ucapnya gemetar.

Di tengah kebingungan, Yana akhirnya mengarahkan setir mobil ke Tol Pasirkoja. Karena sudah bingung, dia sampai memutuskan tak mengambil tiket tol.

"Akhirnya saya masuk di Pasirkoja. Sempat mau ambil tiket tapi enggak keluar. Saya berhenti emang ke Cikamuning. Tapi berhenti sendiri," pungkasnya.

Pengemudi Honda City Negatif Narkoba

Polresta Cimahi akhirnya menetapkan pengemudi Honda City yang menyeret tubuh mahasiswa UPI, Firman, sebagai tersangka. Dia dikenakan Pasal 310 (4), 311 (5) dan Pasal 312 UU RI No 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Adapun ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Polisi juga sudah memastikan Yana negatif narkoba saat mengemudi. "Negatif. Kami sudah lakukan tes urine. Bahwa pelaku ini memang tidak menggunakan narkoba," kata Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan.

Sumber: merdeka.com