Deklarasi Cawapres Jokowi dan Prabowo, "Jas Merah" Soekarno yang Koyak? - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Deklarasi Cawapres Jokowi dan Prabowo, "Jas Merah" Soekarno yang Koyak?

Jokowi Prabowo
Dua bakal calon presiden, Senin (19/5/2014), menjadwalkan deklarasi bakal calon wakil presiden pendampingnya. Namun, pilihan lokasi deklarasi mengundang tanda tanya dari sejarawan. Ada kekhawatiran slogan "Jas Merah" telah koyak.

Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, memilih Gedong Joang sebagai lokasi deklarasi pada Senin pagi. Adapun bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memilih sebuah rumah di kawasan Bidara Cina sebagai lokasi deklarasi pada Senin siang.

"Ini pilihan yang kentara sekali menunjukkan ketidaktahuan posisi sejarah gedung itu bila dikaitkan dengan Soekarno," kecam sejarawan JJ Rizal, menyorot pilihan lokasi deklarasi Jokowi, Senin pagi.

Gedung Joang, kata Rizal, adalah simbol anti-Soekarno bila merunut sejarah aktivitas di dalamnya. "Padahal selama ini PDI-P selalu mengidentifikasi diri dengan (ajaran) Soekarno," ujar dia sembari menderetkan slogan-slogan semacam "Tri Sakti".

Jejak Soekarno di Gedung Joang, kata Rizal, hanya berupa aktivitas mengajar, dan belakangan berupa pernak-pernik kepresidenan, seperti mobil RI-1 milik proklamator itu yang ditempatkan di sana. "Selebihnya, gedung itu identik dengan aktivitas Partai Murba, partai kecil yang sejarahnya menunjukkan anti-Soekarno."

Murba adalah singkatan dari Musyawarah Rakyat Banyak. Pendirinya adalah golongan pemuda yang memilih jalur perjuangan keras, seperti Tan Malaka dan Sukarni. Adapun Soekarno dan teman-teman seangkatannya cenderung mengambil garis politik lebih lunak.

Penelusuran Kompas.com mendapatkan Partai Murba bahkan pernah dibekukan pada September 1965. Namun dalam masa peralihan pemerintahan ke Soeharto, partai ini direhabilitasi. Pada 1971, Murba ikut pemilu, tetapi pada 1977 melebur ke Partai Demokrasi Indonesia. Pada Pemilu 1999, partai ini muncul kembali, tetapi tak lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen).

"PDI-P selalu mengusung slogan-slogan yang menghidupkan kembali jargon-jargon lama Soekarno, tetapi secara substansi meragukan," kecam Rizal. "Tidak lulus ujian," ujar dia memberikan ibarat. "Gedung ini bukan Soekarno banget. Justru kuat kesan anti-Soekarno." Rizal menegaskan, Murba dalam sejarahnya menunjukkan posisi sebagai lawan Soekarno.

Menurut Rizal, gelagat tak lulus sejarah ini sempat mencuat juga ketika Jokowi menyebutkan adanya kesamaan visi dan misi dengan Partai Golkar, beberapa waktu lalu, saat kemungkinan koalisi masih dibuka untuk partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sementara itu, para petinggi PDI-P mengatakan bahwa pilihan atas Gedung Joang bukanlah tanpa pertimbangan. "(Simbol) Orde Perjuangan," sebut Wasekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira, Senin pagi.

Pilihan Prabowo

Sementara itu, pilihan lokasi "tak terlacak" datang dari kubu Partai Gerindra dan mitra koalisinya. Pada Minggu (18/5/2014), sebuah pesan datang. Isinya mengabarkan deklarasi partai pendukung Gerindra sekaligus penetapan bakal calon wakil presiden Prabowo akan digelar di Jalan Cipinang Cempedak I/29, Otista, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014).

Dalam pesan singkat itu disebutkan, alamat tersebut merupakan "Rumah Polonia". Upaya Kompas.com menelisik lewat mesin pencarian di internet mendapatkan bahwa nama itu adalah sebuah penginapan, tetapi alamatnya berbeda.

Namun, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa rumah itu punya sejarah sangat erat dengan Soekarno selama di Jakarta, selain rumah di Jalan Proklamasi. Dalam buku Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA karya Kadjat Adrai, ada nama Yurike Sanger yang mengaitkan Soekarno dengan rumah ini.

Rumah Polonia ini "merekam" penuturan langsung Soekarno kepada Yurike tentang penggulingan Soekarno. Rizal menilai, justru pilihan Gerindra ini sebagai "ledekan" tajam untuk kubu PDI-P. "Pas!" sebut dia.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Hari Wibowo mengatakan, pilihan tempat deklarasi ini merupakan bagian dari "semangat dan jiwa perjuangan Bung Karno."

PAN merupakan salah satu partai yang menyatakan dukungannya kepada Gerindra, bersama Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Keadilan Sejahtera. Menurut Dradjad, di rumah ini terdapat nilai sejarah yang menjadi kehidupan, semangat, dan jiwa perjuangan Bung Karno.

Untuk konteks kekinian, imbuh Dradjad, di lokasi ini berdiri sebuah masjid dengan beberapa santri yang sudah hapal Al Quran, dan santri lain dalam proses menjadi hafiz. "(Rumah ini) simbol perpaduan antara nasionalisme dan Islam yang sangat bermakna dan bernilai sejarah," kata Dradjad.

"Jas Merah" adalah singkatan dari salah satu kutipan terkenal Soekarno, "Jangan pernah melupakan sejarah". Apakah pilihan lokasi ini sudah tepat mengejawantahkan slogan-slogan Soekarno yang dikutip oleh kubu PDI-P ataupun kubu Gerindra? Saatnya menyimak lagi beragam versi catatan sejarah....

Sumber: kompas.com