Alasan Wali Kota Depok Tak Turun dari Mobil saat Tabrak Pengendara Motor - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Alasan Wali Kota Depok Tak Turun dari Mobil saat Tabrak Pengendara Motor

walikota depok nur mahmudi ismail


Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengakui bahwa dirinya tidak turun dari mobil dinasnya, menabrak sepeda motor Yamaha Vega B 6200 ELW, yang dikendarai Tasma Rosyid (44) seorang buruh bangunan hingga mengalami luka serius di jari kaki dan dadanya.


"Saya tidak turun dari mobil, bukan berarti saya arogan. Sebab tidak semestinya saya turun. Dalam tata acara, selama kejadian sudah ada yang menangani, maka tidak perlu saya turun," kata Nur Mahmudi kepada wartawan di Balaikota, Depok, Senin (19/5/2014).

Menurut Nur Mahmudi, saat mengetahui mobil dinasnya menabrak sepeda motor, rombongan mereka berhenti.

"Sudah ada yang menangani korban. SOP sudah kami lakukan, jadi saya tidak harus turun. Kami juga ada tamu lain, saya tidak turun karena ada polisi. Yang melakukan semuanya polisi, yang menentukan saya jalan atau tidak itu, polisi," katanya.

Ia mengaku sudah memerintahkan staf dan jajarannya untuk mengurusi korban dan sepeda motornya. Menurutnya beberapa personil kepolisian dan dishub sudah turun dan memberikan pertolongan ke korban.

"Korban dipinggirkan, begitu juga sepeda motornya. Selanjutnya unit pertolongan Dishub panggil pertolongan dan berikan pelayanan. Sepeda motor dibawa ke bengkel dan selanjutnya tim medis beri pertolongan ke korban untuk mendapatkan perawatan yang tepat pada luka-luka korban," katanya.

Menurut Nur Mahmudi yanh perlu disadari semua pihak adalah rangkaian kendaraan rombongannya itu dilindungi undang-undang.

"Jadi perlu saling menghormati dan bukan untuk arogansi. Jika polisi sudah beri isyaraat maka semua harus beri jalan. Ini adalah rangkaian resmi," katanya.