Agar Tidak Isi Premium, Lubang Bensin Mobil Murah Berbentuk Segitiga - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Agar Tidak Isi Premium, Lubang Bensin Mobil Murah Berbentuk Segitiga

isi bensin

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku gerah karena mobil murah yang merupakan programnya selalu dituding jadi kambing hitam menghabiskan BBM subsidi. Hidayat berencana mengambil langkah besar dengan mengubah colokan bensin di mobil murah menjadi bentuk segitiga.


Hidayat memastikan lubang mobil murah akan berbentuk segitiga dan lebih kecil dari lubang premium. Perubahan itu akan disertai perubahan bentuk nozzle (pipa pengisian) BBM non-subsidi (kelas pertamax) yang juga diubah menjadi lebih kecil.

"Mungkin lubang BBM mobil LCGC dan nozzlenya nanti bentuknya segitiga," kata Hidayat ketika ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (11/4).

Menurut Menperin, rencana perubahan lubang pengisian BBM pada mobil murah ini juga sudah disampaikannya kepada PT Astra International Tbk selaku produsen besar mobil di Indonesia, serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

"Nanti Gaikindo akan mencoba melakukan sosialisasi usulan ini kepada produsen mobil," tegasnya.

Untuk selang yang terpasang di mesin pengisian BBM di SPBU, Hidayat mengaku akan berbicara dengan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam waktu dekat. Hidayat akan meminta Karen mengganti selang pertamax menjadi segitiga untuk mobil murah.

"Jadi Kemenperin kewenangannya pada perubahan lubang pengisian kendaraan LCGC, sedangkan untuk perubahan nozzle itu kewenangan Pertamina. Dalam waktu dekat saya akan berbicara dengan Pertamina. Besok atau lusa agar kalian tak menanyakan ini lagi," kata dia.

Rencana perubahan lubang BBM dan nozzle itu harus diikuti payung hukum jelas. Menperin mengusulkan aturan itu bisa saja hanya mengkhususkan BBM bersubsidi untuk kendaraan bermotor dan kendaraan pelat kuning (angkutan umum) saja.

"Kalau atas nama pribadi, sebenarnya saya usul kalau pemerintah berani di akhir pemerintahan ini BBM subsidi ditiadakan saja. Tapi itu butuh konsekuensi politis juga," tutupnya.

Sumber: merdeka.com