Hati-hati! Uang Palsu Marak Beredar Jelang Pemilu - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Hati-hati! Uang Palsu Marak Beredar Jelang Pemilu

uang


Peredaran uang palsu kerap terjadi menjelang pemilihan umum (pemilu). Uang asli tapi palsu (aspal) itu digunakan untuk membiayai aktivitas kampanye yang berlangsung selama berbulan-bulan hingga pemilu berakhir.

"Peredaran uang palsu memang selalu meningkat sebelum pemilu. Para calon legislatif (caleg) perlu pegang rupiah, bukan dolar untuk kebutuhan kampanye selama satu sampai tiga bulan," ungkap Pengamat Valas, Farial Anwar, Jakarta, Senin (24/3/2014).

Meski tak ingin menuding pelaku pencetak uang palsu, kata Farial, tindakan kriminal tersebut dilakukan karena caleg tak akan mampu merogoh kocek dalam untuk kegiatan kampanye.

"Kan kalau kampanye butuh kaos, spanduk, bagi-bagi sembako dan lainnya, jadi perlu uang banyak. Kalau dari kantong sendiri tidak akan mampu, jadi uang-uang 'siluman' dan tidak halal pun dipakai juga," ujarnya.

Dia memperkirakan, maraknya pencetakan dan pengedaran uang palsu masih akan terus terjadi hingga pemilihan presiden dan caleg di masa yang akan datang.

Ditemui terpisah, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang ritel, Susanto mengakui, setiap caleg baik itu dari partai politik (parpol) yang berbeda maupun parpol yang sama memerlukan banyak uang untuk kampanye.

"Uang itu didapat caleg dari mulai rela gadai rumah, mobil dan aset lainnya. Itupun kalau jadi, kalau nggak ya sudah disiapkan rumah sakit jiwa," cetusnya.

Namun demikian, Susanto bilang, pemilu akan mendorong peningkatan konsumsi dari masyarakat terutama ritel, percetakan, makanan dan minuman sampai usaha sablon pakaian.

Sumber: liputan6.com