Air Minum Seperti Apa yang Paling Baik? - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Air Minum Seperti Apa yang Paling Baik?

drinking water


Begitu banyak dampak negatif bagi tubuh yang diakibatkan dari dehidrasi. Mulai dari lemas hingga kematian pun bisa terjadi akibat dehidrasi. Dan untuk mengatasi hal tersebut, minum menjadi satu-satunya cara yang tepat. Lalu air minum seperti apa yang paling baik?

dr. Bambang Djarwoto, SpPD-KGH, seorang Nefrolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengungkapkan bahwa air adalah salah satu pondasi bagi kehidupan.

"Saking pentingnya air, Menteri Kesehatan bahkan sampai membuat persyaratan kualitas air minum untuk kita semua," ujar dr. Bambang yang terlihat santai pada acara Peluncuran Buku Petunjuk Praktis Pemenuhan Kebutuhan Cairan dalam Latihan Fisik 2014, PDSKO (Perhimpunan Kedokteran Olahraga Posko) di Hotel Ritz Carlton, Jl. Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2014).

Menurut dr. Bambang, air diibaratkan sebagai media transportasi di dalam tubuh manusia. Peran air dalam melarutkan vitamin merupakan salah satu alasan lain dari pentingnya air bagi tubuh manusia.

"Keseimbangan air dan hidup itu perlu. Artinya, berapa jumlah yang dikeluarkan saat buang air kecil, harus sama dengan jumlah air minum yang kita konsumsi. Jangan sampai kita mengalami dehidrasi," tutur dr. Bambang yang juga merupakan dokter di RS Sardjito, Yogyakarta ini.

dr. Bambang menuturkan bahwa jika manusia kurang kandungan air sebanyak 4 liter dalam satu hari, hal tersebut sangat berbahaya dan berdampak pada penurunan kapasitas fisik.

Apabila mengalami dehidrasi, maka akan berdampak pada kewaspadaan dan daya ingat yang menurun, mudah bingung, mudah cemas, sakit kepala, mudah lelah, bahkan yang paling parah adalah kematian

Melihat kenyataan tersebut, maka tidak heran jika berbagai jenis minuman pun ditawarkan untuk mengatasi masalah dehidrasi. Mulai dari air mineral hingga air yang mengandung isotonik. Lantas, mana yang lebih baik?

"Sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, air mineral tetaplah yang paling baik dibanding jenis air apapun yang ada saat ini," ungkap dr. Bambang.

Pernyataan dr. Bambang pun dibenarkan oleh dr Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO. Menurutnya, minuman isotonik itu hanya baik dan tepat digunakan untuk orang-orang yang sedang berolahraga.

"Jika olahraga dengan intensitas tinggi, maka minuman isotonik memang tepat. Namun, tetap saja hipotonik (air mineral) itu lebih baik. Bahkan saat ini saja, di luar negeri sedang ada rencana untuk membuat minuman berenergi yang mengandung hipotonik, bukan isotonik lagi," tutur dr Wishnu.

"Maka dari itu, disarankan untuk lebih mengonsumsi air mineral. Air mineral itu adalah yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh manusia," simpul dr Bambang.

sumber : detik.com