Geger Penyiksaan Panti Asuhan di Gading Serpong - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Geger Penyiksaan Panti Asuhan di Gading Serpong

ilustrasi penyiksaan

Serpong digegerkan adanya panti asuhan yang diduga melakukan penyiksaan terhadap anak-anak panti. Lokasi panti asuhan berada di kawasan elite Summarecon Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengelola Panti Asuhan 'Samuel' yang juga pemuka agama setempat terseret dalam dugaan penyiksaan ini.



Kasus dugaan penyiksaan ini diungkapkan Kepala Divisi Non Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Jecky Tengens. LBH Mawar Saron mengaku mendapat laporan dugaan penyiksaan dari anak yang berhasil melarikan diri berinisial H, yang sudah berusia 20 tahun.

Menurut Jecky, H menceritakan pengalamannya itu kepada pihak donatur yang kerap menyumbangkan uang dan materi kepada panti asuhan. Dari pengakuannya, kata Jecky, H mengaku dirinya dan puluhan anak-anak asuh lain sering disiksa pemilik panti.

"Sebab diduga ada bekas gigitan di pipi anak-anak itu. Bahkan kalau makan, masih dikatakan si H ini, dikasih makan mie kering, dan hampir basi. Mereka diduga disiksa pemilik panti berisinial C dan Y," tutur Jecky, Minggu (23/2/2014).

Tuduhan LBH Mawar Saron tidak main-main. Selama di panti, lanjut Jecky, H mengaku selalu mendapatkan perlakuan kasar. Seperti diseret, diikat, dipukul dengan sepatu, dan juga digigit. "Bukan baru kali ini panti asuhan ini dilaporkan atas tindakan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi."

Sampai dengan saat ini, LBH Mawar Saron mengklaim ada 7 anak yang berhasil diselamatkan. Namun, masih ada sekitar 30 anak lagi yang terdapat di dalam panti asuhan dan belum bisa dikeluarkan. "Laporan polisi yang dibuat pada tanggal 11 Februari 2014 di Mabes Polri pun terkesan belum menemukan perkembangan berarti," kata dia.

Sementara, polisi belum mengetahui adanya dugaan penyiksaan atau penganiayaan puluhan anak panti asuhan 'Samuel' di kawasan Summarecon Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Polisi masih akan mengumpulkan informasi dugaan tindak pidana yang menyeret seorang pemuka agama setempat.

"Saya belum dengar. Nanti dicek dulu ke Kanitnya," kata Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Sulistyo, Minggu (23/2/2014).

Selamatkan!

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, bila penyiksaan terhadap puluhan anak panti asuhan itu terbukti benar, maka anak-anak itu harus diselamatkan. Namun demikian, pihaknya hingga saat ini belum mengetahui pasti soal kabar penyiksaan yang diungkap LBH Mawar Sharon. Karenanya, Arist akan mencari tahu dan memastikan kabar itu.

"Jika memang benar, mereka harus diselamatkan. Kami bakal selamatkan mereka. Karena mereka tentu mereka sangat membutuhkan pertolongan," kata Arist saat dihubungi di Jakarta, Minggu (23/2/2014).

Ketua Divisi pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan membenarkan adanya dugaan penelantaran dan kekerasan di panti asuhan itu. Bahkan, kata dia, kasus penelantaran anak-anak yang tinggal di panti asuhan itu diduga sudah terjadi sejak setahun lalu.

"Itu panti asuhan itu tidak ada izinnya, dan temuan kedua bahwa ada kekerasan terhadap anak-anak panti itu," ungkap Ihsan, saat dihubungi Sabtu, 22 Februari 2014.

Karena itu, KPAI langsung menginvestigasi dan memproses kasus itu ke ranah hukum. Tetapi belum ada perkembangan. "Akhirnya kita melakukan pertemuan dengan Kemensos, dan kata pak menteri itu sudah masuk pada otonomi daerah, lalu kita mediasi ke gubernur dan walikota, tapi malah dipimpong. Masyarakat juga capek ngelaporinnya," sesal Ihsan.

Bantah Keras

Pendeta Chemuel Watulingas, pemilik dan pengelola Panti Asuhan 'Samuel' membantah tuduhan adanya kekerasan dan penganiayaan terhadap anak panti. Chemuel mengancam balik akan melaporkan LBH Mawar Saron. Di internet, panti asuhan ini memiliki alamat yang jelas di Sektor 6 GC 10 nomor 1 Cluster Miccelia Summarecon Gading, Serpong, Tangerang 15810 Banten Indonesia. Begitu tulisnya.

Pendeta Chemuel atau Chemy Watulingas dan istrinya, Pendeta Yuni Winata mendirikan panti ini sejak 1999. Sudah 15 tahun panti ini berdiri dan dirintis. Tidak pernah ada masalah pelik, apalagi kasus pidana. Dari data-data panti, terdapat 41 anak asuh yang terdiri dari 12 perempuan, 29 laki-laki, dan 7 pengasuh.

Chemuel berang dengan tuduhan dugaan penyiksaan, apalagi disebutkan sampai ada anak panti meninggal karena kekerasan itu. Chemuel mengaku sudah 15 tahun membangun panti kemanusiaan ini. Dan baru kali ini mendapat tudingan seperti ini.

Adanya anak yang meninggal, kata dia, karena saat diterima kondisinya tidak 100% sehat. Chemuel mendesak LBH Mawar Sharon membeber fakta-fakta tuduhan adanya kekerasaan dan penyiksaan terhadap anak-anak panti. Termasuk tuduhan adanya anak yang meninggal akibat disiksa.

"Saya siap dipenjara. Silakan gali kuburan anak yang sudah meninggal. Bila tidak ditemukan bukti, akan saya laporkan balik LBH Mawar Sharon," kata Chemuel saat dihubungi, Minggu (23/2/2014). "Mereka yang meninggal itu di luar kemampuan kami. Silakan gali kuburnya, lihat mayatnya. Kalau tidak ada bukti, saya akan tuntut balik."

Sumber: liputan6.com