Mengenal Lebih Jauh Keanekaragaman Kota Bukittinggi - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Mengenal Lebih Jauh Keanekaragaman Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi

Lelah kita bekerja diantara semerawutnya ibu kota, menyebabkan kita menginginkan liburan dengan suasana yang nyaman dan tenang. Berlibur dengan mengunjungi tempat yang alamnya masih asri adalah pilihan yang tepat. Namun, dimana tempat yang mempunyai panorama alam yang indah dan sangat cocok untuk berwisata?

Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia yang mempunyai keindahan alam yang luar biasa. Bukittinggi adalah daerah yang pernah jadi ibu kota negara Indonesia, di waktu era pemerintahan Soekarno – Hatta dulu. 

Bukittinggi sebelumnya disebut dengan Fort de Kock dan dijuluki sebagai Parijs van Sumatra. Selain itu, kota ini merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Assaat. 

Selain dikenal sebagai kota perjuangan, Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk dan dikelilingi oleh dua gunung berapi yaitu, Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. 

Kota ini berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut, dan memiliki hawa cukup sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1–24.9 °C. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam. 

Penerbangan dari Jakarta ke Bandara Internasional Minangkabau memakan waktu 2 jam. Sesampainya di sana Anda dapat menaiki taksi atau bis menuju Bukittinggi. Atau anda dapat mengendarai mobil dengan jarak 90 km, dan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Padang. Rute yang dilewati melalui Bukit Anai yang permai menuju dataran tinggi Agam. 

Tetapi jika Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda, ada bus lokal yang dapat mengangkut Anda dari Padang ke Bukittinggi. Atau jika ingin yang lebih murah ada minibus umum yang berangkat dari Minang Plaza.

Obyek Wisata

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok
Sebenarnya pergi jalan-jalan ke Kota Bukittinggi, tak akan bosan bosannya. Karena kota Bukittinggi ini, mempunyai pemandangan yang masih asri dan udara yang sejuk. Di antaranya ada Ngarai Sianok. Sebuah lembah yang memiliki kedalaman bervariasi antara 75–110 m, dan di dasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut dengan Batang Masang. 

Selain bisa menikmati indahnya pemandangan Ngarai Sianok, kita juga bisa memberikan makan monyet yang ada di pinggir-pinggir pagar pengunjung. Tapi hati-hati, sekilas monyet ini terlihat baik. Tetapi jika kita menggunakan benda-benda mencolok, bisa saja monyet-monyet itu merampasnya.

Jika telah puas menikmati pemandangan yang disajikan Ngarai Sianok, tidak ada salahnya jika mencoba mengunjungi Gua Jepang.  Lokasi gua ini juga berada di kawasan pariwisata Ngarai Sianok. Dulunya gua ini digunakan tentara Jepang untuk menawan pribumi dan sekaligus menjadi tempat perlindungan. Lokasi gua ini menuruni bukit Ngarai Sianok. 

Hawa lembab dan gelap adalah hal yang akan rasakan ketika memasuki tempat tersebut. Tetapi tidak perlu khawatir, karena di sana sudah tersedia pemandu wisata yang siap membantu Anda. Cukup siapkan fisik yang kuat, Anda bisa menikmati sensasi jaman perang dulu. Karena anak tangga yang ada di sana cukup tinggi jaraknya. 

Keistimewaan kota ini tidak hanya di situ saja. Kota ini memiliki satu objek wisata yang sekaligus menjadi ikon kota Bukittinggi dan cukup terkenal. Adalah Jam Gadang, yaitu sebuah menara jam yang terletak di jantung kota yang berada di tepi Ngarai Sianok. 

Di tempat ini kita bisa naik ke atas menara Jam Gadang dan melihat keindahan kota Bukittinggi. Jika kita naik ke menara pada waktu pagi dan sore hari, pemandangan yang terlihat sangat indah dan dapat menyejukkan hati.

Wisata Kuliner

nasi kapau

Setelah anda merasa lelah dan lapar, di kota ini anda bisa menikmati berbagai menu asli Bukittinggi. Bicara soal makanan dan masakan, jaranglah orang yang tidak kenal dengan rendang dan nasi kapaunya. Tidak perlu waktu banyak untuk mendapatkan nasi kapau yang menjadi primadona ini. cukup jalan saja ke arah Pasar Atas Bukittinggi yang letaknya persis menghadap Jam Gadang. 

Tetapi jika kita hanya berjalan sampai Pasar Atas, kita akan kesulitan menemukan warung nasi kapau itu. Karena di Pasar Atas lebih banyak menjual produk tekstil bermotif songket, dan sulaman khas Minang.

Tidak banyak wisatawan yang tahu, bahwa selain Pasar Atas ada juga pasar Bawah. Di tempat ini lah para pedagang nasi kapau berkumpul bersama pedagang-pedagang komoditas harian lainnya. Di sini terdapat beberapa kedai nasi kapau, jadi Anda bisa bebas memilih makanan mana yang Anda mau. 

Menu andalan yang biasa disajikan adalah gulai nangka muda, gulai daging cincang, gulai ikan, kikil, dendeng daging, dan aneka sayuran. Kol yang dicampur dengan rebung muda, kacang panjang, dan kadang juga diberi daun pakis yang disiram dengan aneka bumbu rempah khas Minang.

Jika di lihat sekilas, Nasi Kapau yang ada di sini nampaknya sama saja dengan nasi kapau yang biasa kita beli. Tetapi ada banyak perbedaan pada rasanya. Nasi Kapau yang ada disini lebih lezat dan gurih, karena racikan bumbu rempah khas orang Nagari Kapau memiliki tekstur yang lebih kental, dan rasa pedasnya lebih kuat. 

Yang menarik dan unik dari kedai Kapau di Pasar Atas, para pedagangnya menyusun lauk pauknya mengelilingi mereka. Bahkan mereka sampai memiliki sendok bertangkai panjang untuk mengambil lauk yang tak terjangkau dengan sendok biasa. 

Meski hanya memesan sepiring nasi dan satu jenis lauk, pedagang akan memasukkan beberapa bumbu atau secuil lauk lainnya. Nasi Kapau ini lebih nikmat dimakan selagi hangat, karena santannya masih kental dan bumbu-bumbunya masih terasa segar. 

Bicara soal harga, tentu nasi kapau disini tidak semahal yang ada di restoran padang. Harga satu porsi nasi kapau berkisar sekitar Rp 15.000 – Rp 20.000. Tapi tergantung jenis lauk yang kita pesan juga.

Bukittinggi seolah menjadi surga kecil yang belum diketahui orang banyak. Tempat ini memiliki fasilitas berlibur yang lengkap. Ada kebutuhan rohani dengan keindahan alamnya, dan ada juga wisata jasmani dengan aneka kulinernya. Serta wisata-wisata lainnya yang belum diketahui orang-orang. jadi tertarikkah Anda menelusuri keanekaragaman Kota Bukittinggi?

Oleh: Rama Arvian, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Teknik Grafika dan Penerbitan