Ini Penjelasan BMKG Soal Banjir di Manado dan Jakarta - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ini Penjelasan BMKG Soal Banjir di Manado dan Jakarta

mobil saling bertumpukan pascabanjir bandang di

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, banjir bandang yang melanda sebagian besar kota Manado, Sulawesi Utara pada 15 Januari 2014 disebabkan adanya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Sulawesi Utara.


Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan, hal ini terlihat dari curah hujan yang tercatat di beberapa stasiun pengamatan meteorologi yang mencapai antara 87-215 milimeter per hari.

"Pola musim hujan di Manado ini berbeda dengan pola musim hujan Jakarta. Secara klimatologi, puncak musim hujan sekitar Desember. Hasil analisis, hujan ekstrem di wilayah Manado mengakibatkan terjadinya banjir bandang," ujar Andi di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Andi juga menjelaskan hujan lebat yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor pada 11-12 Januari 2014 yang mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir. Hal ini disebabkan adanya pertemuan angin yang memanjang dari Sumatera Selatan sampai Nusa Tenggara yang mengakibatkan proses awan hujan meningkat, terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Andi, curah hujan terjadi dengan intensitas lebat yaitu di atas 50 milimeter per hari sampai dengan intensitas sangat lebat yaitu diatas 100 milimeter per hari dengan konsentrasi hujan lebat di wilayah barat, timur dan selatan serta daerah penyangga Jakarta seperti Depok dan Bogor.

Namun menurutnya, curah hujan pada tanggal tersebut relatif masih rendah jika dibandingkan jumlah curah hujan yang turun pada Januari tahun lalu. Kendati, BMKG memperkirakan curah hujan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

"Setelah terjadinya hujan lebat pada tanggal-tanggal tersebut, BMKG memprakirakan bahwa hujan lebat dalam waktu 3 hari ke depan curah hujannya akan menurun dan berangsur-angsur kembali normal," pungkas Andi.

Sumber: liputan6.com