Pelajar Siram Air Keras ke Penumpang Bus di Jatinegara - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pelajar Siram Air Keras ke Penumpang Bus di Jatinegara


Sebanyak 13 orang penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/10/2013) pagi. Mereka mengalami luka bakar di bagian wajah, lengan tangan, dada dan punggung.


Akibat kejadian itu, tiga orang korban mengalami luka berat di bagian mata dan punggung dan kini dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Sembilan penumpang lain diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke RS Pusat Pertamina, Jakarta Pusat.

Suhendar, saksi mata di tempat kejadian mengatakan, saat kejadian dirinya tengah menunggu angkutan umum di pangkalan ojek dekat jembatan Tong Tek. Ia melihat seorang yang diduga pelajar SMA membawa cairan dalam botol air mineral berukuran 600 ml. Pemuda itu tiba-tiba menyiramkan cairan itu ke arah bus bernomor polisi B 7768 NP yang tengah berjalan pelan.

"Dia menyiramkan ke arah pelajar yang berdiri di pintu bus. Setelah disiram, para pelajar yang berada di dalam bus langsung turun seperti hendak membalas, seperti mau tawuran. Tapi langsung dicegah warga dan polisi yang ada di sana," kata Suhendar saat dihubungi wartawan, Jumat (4/10/2013).

Suhendar menambahkan, usai melakukan aksinya, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi. Warga yang semula mencegah tindakan balasan dari teman korban baru mengetahui air yang digunakan pelaku adalah air keras. Warga melihat tubuh, pakaian, dan tas korban melepuh dan sobek.

Melihat kulit korban melepuh, rekan-rekan korban berusaha melakukan pertolongan pertama dengan menyiramkan air dingin ke tubuh korban. Korban kemudian dibawa ke puskesmas terdekat.

Dari 13 orang korban, empat orang di antaranya berstatus pelajar, yakni Tio Al-Faraby, Ahmad Fahriyanto Ali, Tegar Didik Lesmana, dan Ahmad Rusadi (Pelajar). Korban lain bernama Beta Virgin Silalahi, Galuh Pratiwi Anggraeni, Chandra Maya, Veronica Simanjuntak, Sari Kurniati, Retna Permata Sari, Dwi Nurcahyaning Sari, Andra Christy, dan Jodie Adisty.

Sumber: kompas.com