Kronologi Salah Tangkap Robin: 20 Jahitan dan 4 Tembakan ke Mobil - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Kronologi Salah Tangkap Robin: 20 Jahitan dan 4 Tembakan ke Mobil


Malang menimpa Robin Napitupulu (26), yang menjadi korban salah tangkap anggota Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat. Robin luka parah di kepala dan harus menerima 20 jahitan. Belum lagi kondisi mobil Toyota Rush hitam miliknya yang bolong-bolong penuh 4 lubang tembakan polisi semalam. Robin disangka anggota komplotan pencurian mobil.


"Peristiwanya terjadi semalam, usai Robin nonton bola di rumah pacarnya di kawasan Koja (Jakarta Utara)," kata kakak kandung R, Ostin Napitupulu, Minggu (13/10/2013).

Peristiwa bermula saat Robin usai menonton laga sepakbola timas U-19 Indonesia melawan Korea Selatan di kediaman kekasihnya, di kawasan Koja, Jakarta Utara. Mobil Toyota Rush hitam bernomor polisi B 1946 KOR yang ditunggangi Robin diparkir di depan gang menuju rumah kekasihnya.

"Gangnya sempit, hanya cukup satu mobil. Jadi, Robin parkir di depan mulut gang. Dia juga biasa parkir di depan situ. Warga setempat juga pada kenal Robin. Soalnya sering ke situ," ungkap Ostin.

Sekitar pukul 22.00 WIB, usai menonton bola, Robin pun memanaskan mobilnya. Tiba-tiba datang mobil berwarna putih dan langsung sekejap ada 2 polisi turun dari mobil. "Polisi keluar dari mobil dan main tembak aja. Kaca mobil bolong-bolong. Ada sekitar 3-4 tembakan. Untung saja adik saya nunduk," ujar Ostin.

Kondisi kaca mobil yang terkena tembakan polisi
Karena panik dan refleks, Robin langsung menggeber mobilnya. Kabur sambil tancap gas. Robin tidak serta-merta kabur, tapi keliling di kawasan perumahan di lokasi kejadian. Di sepanjang itu, Robin diteriaki maling. "Entah yang neriaki itu polisi atau warga. Mobilnya juga sempat dilempari warga," jelas Ostin.

Robin pun bingung akhirnya memutuskan untuk kembali ke lokasi asal. Berharap, ada warga yang mengenal dan menyelamatkannya. Benar saja, saat berhenti ada tukang tambal ban yang mengenalnya. Robin nyaris diamuk massa. Polisi yang mengejarnya pun membawa Robin ke kantor Ketua RW setempat.

"Selama di kantor Ketua RW, adik saya dipukuli oleh 2 polisi. Pakai gagang pistol," kata dia. Robin saat ini masih menjalani perawatan di RS Pelabuhan, Jakarta Utara. "Dia dapat 20 jahitan di kepala." Bagaimana versi polisi?

Sumber: liputan6.com