Korban Penyekapan Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Korban Penyekapan Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan


Selama 1,5 bulan disekap, Ali Arifin mengaku ditempatkan di sebuah ruangan loteng yang disebutnya plafon. Ia diperlakukan tak selayaknya manusia.


"Ruangan plafon tempatku, enggak sampai 1 x 1 meter persegi. Aku diperlakukan lebih buruk dari hewan. Tangan, kaki, ini dihajar terus, enggak dikasih ampun. Kalau dihajar, aku diturunkan dari ruang plafon ke lantai bawah," cerita Arifin, Kamis (19/9/2013).

Arifin juga tak diberi kesempatan untuk bersembahyang. Ia hanya duduk sambil bertayamum di ruangan sempit tersebut karena sangat sulit untuk berdiri di ruang yang pendek dan panas serta pengap.

"Aku shalat susah, aku lebih sering wirid, berdoa kepada Allah. Doaku, seandainya aku ditakdirkan mati, aku ingin cepat mati. Apa pun bentuk matinya aku terima. Tapi, kalau disiksa begini, aku enggak kuat," kata Ali sembari menitikkan air mata.

Untuk buang hajat, Ali diperlakukan seperti hewan. Ia hanya diberi sebuah tempat mirip mangkok untuk menaruh kotorannya.

Ali merupakan satu dari dua orang yang disekap di sebuah ruko kantor PT BJM, Jalan Hayam Wuruk Nomor 120 D, Jakarta Barat. Ia disekap para penyedia jasa penagih utang itu gara-gara dinilai sebagai orang paling bertanggung jawab atas uang senilai Rp 250 juta yang dipinjam oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Aparat dari Polsek Metro Taman Sari menggerebek dan menyelamatkan Arifin beserta korban lainnya, Ahmad Zamani (32), Selasa (17/9/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi mendapat informasi dari salah satu warga yang masuk melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat, sekitar pukul 20.00 WIB. 

Saat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Rabu sore, Arifin dan Zamani turut mengunjungi ruko tempat mereka disekap. Saat itulah, Arifin tak kuasa membendung air matanya. Dengan terduduk di kursi sofa, dia tampak tak dapat berkata-kata dan sesekali memandangi tempat yang mungkin ingin dia lupakan selama-lamanya dari ingatannya itu.