Dokumen Rahasia: AS Nyaris Ledakkan Bom Atom di Wilayah Sendiri - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Dokumen Rahasia: AS Nyaris Ledakkan Bom Atom di Wilayah Sendiri


Tragedi dahsyat nyaris terjadi di tahun 1961. Dilaporkan, pihak Angkatan Udara Amerika Serikat secara dramatis, hampir saja meledakkan bom atom di wilayahnya sendiri, tepatnya di North Carolina.


Celakanya lagi, kekuatan senjata pemusnah massal itu disebut-sebut 260 kali lebih kuat dari bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima pada tahun 1945, yang memaksa Jepang menyerah kalah dalam Perang Dunia II.

Informasi tersebut diperoleh dari dokumen rahasia yang dideklasifikasi atas nama UU Kebebasan Informasi Publik dan diumumkan ke publik untuk kali pertamanya oleh situs media Inggris, Guardian, 20 September 2013. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak Pemerintah AS.

Apapun, dokumen itu menjadi bukti meyakinkan pertama bahwa AS pernah terhindar dari bencana dengan proporsi monumental saat dua bom hidrogen Mark 39 secara tak sengaja jatuh di Goldsboro, North Carolina, 23 Januari 1961.

Dua bom itu jatuh ke bumi setelah pesawat pengebom B-52 mengalami masalah di udara. Salah satu di antaranya berperilaku persis seperti senjata nuklir yang dirancang untuk perang: parasut yang terbuka, mekanisme pemicu. Hanya satu saklar bertegangan rendah yang mencegah 'pembantaian' massal yang tak terhitung dampaknya.

Masing-masing bom membawa muatan 4 megaton atau setara 4 juta ton bahan peledak TNT. "Seandainya perangkat diledakkan, dampak mematikan bisa saja meliputi Washington, Baltimore, Philadelphia dan hingga ke utara mencapai kota New York --jutaan nyawa berisiko melayang," demikian Liputan6.com kutip dari Guardian.

Meski sebelumnya pernah muncul spekulasi soal insiden Goldsboro, Pemerintah AS berkali-kali membantah bahwa senjata nuklir pernah membuat hidup rakyat Amerika di ujung tanduk karena lemahnya prosedur keamanan.

Sebaliknya, dalam dokumen baru yang diungkap, insinyur senior di laboratorium Sandia -- yang bertanggung jawab atas sistem mekanik senjata nuklir-- menyimpulkan, "sebuah saklar sederhana, dengan teknologi dinamo, dan bertegangan rendah menjadi pemisah tipis antara AS dan sebuah bencana dahsyat."

Delapan tahun setelah insiden tersebut, Parker F Jones --insinyur tersebut-- mengungkapkan, insiden bom yang jatuh di North Carolina hanya 3 hari sebelum John F Kennedy menyampaikan pidato pelantikan sebagai Presiden AS. Sementara saklar kecil penentu itu bisa saja menyala dengan sedikit sentakan listrik.

"Jika sampai terjadi, itu benar-benar berita buruk," tulisnya dalam dokumen bertanggal 22 Oktober 1969. Laporan rahasia yang ditulis Jones berjudul, "Goldsboro Revisited".

Jatuh di 2 Tempat

Bencana terjadi saat pesawat B-52 bomber mengalami masalah selepas tinggal landas dari pangkalan AU Seymour Johnson di Goldsboro, untuk melakukan penerbangan rutin di sepanjang Pantai Timur.

Saat terjadi kekacauan di udara, 2 bom hidrogen yang dibawanya jatuh secara terpisah, satu di lapangan dekat Faro, North Carolina di mana parasut yang menerbangkannya tersangkut di cabang pohon. Lainnya jatuh ke padang rumput Big Daddy Road.

Jones menemukan bahwa 3 dari 4 mekanisme keamanan bom yang jatuh di Faro, yang dirancang untuk mencegah ledakan yang tidak diinginkan, gagal beroperasi dengan baik. Saat bom menghantam tanah, sinyal terlanjur dikirim ke inti nuklir pada perangkat, untung saja saklar kecil dan lemah itu bisa mencegah bahaya.

Jurnalis investigas Eric Schlosser mengungkap isi dokumen rahasia itu sebagai bagian riset untuk buku barunya yang membahas soal perang senjata nuklir. Ia juga menemukan setidaknya ada 700 'kecelakaan signifikan' dan insiden yang melibatkan senjata nuklir yang tercatat antara tahun 1950-1968.

"Pemerintah AS secara konsisten telah mencoba untuk menahan informasi agar tak sampai ke masyarakat AS, demi mencegah pertanyaan soal kebijakan terkait senjata nuklir. Kita diberi tahu tak ada kemungkinan senjata-senjata itu tanpa sengaja diledakkan. Tapi, bukti menunjukkan lain. Nyaris saja." 

Sumber: liputan6.com