Wajib ke Dokter Jika Kondisi Jerawat Seperti Ini - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Wajib ke Dokter Jika Kondisi Jerawat Seperti Ini

http://www.apherald.com/ImageStore/images/Women/Women_Beauty/women-pimple-647x450.jpg

Jerawat sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, asal diberikan perawatan yang tepat. Namun, kondisi tertentu membuat jerawat menjadi cukup berbahaya dan disarankan untuk segera dikonsultasikan ke dokter spesialis kulit. Seperti apa sajakah kondisi tersebut?

"Jika diberikan obat yang tidak cocok terus-menerus dan tidak dijaga kebersihannya, kondisi jerawat bisa semakin parah. Saya sarankan jika sudah mengalami kondisi yang parah dan disertai dengan kondisi psikologis yang berat, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit," ujar dr Gloria Novelita, SpKK, spesialis kulit dan kelamin, dalam acara Nexcare: 'Don't Cover Your Face!', yang diadakan di ANZ Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Menurut dr Gloria, ada 2 kondisi jerawat yang sebaiknya segera diobati oleh spesialis kulit, antara lain:

1. Jerawat konglobata

Jenis jerawat ini merupakan kondisi kronis dan akut. Jerawat konglobata biasanya lebih banyak diderita oleh laki-laki. Kondisi ini muncul dalam bentuk jerawat dengan ukuran besar dan saling menyambung satu sama lain. Tak hanya pada bagian wajah, jerawat konglobata bisa muncul di bagian lengan, leher, dada, dan bokong dengan inflamasi yang sangat tersembunyi.

Jika tidak diberi pengobatan yang tepat, jerawat ini dapat menyebabkan jaringan parut yang luas dan akan tetap ada bahkan selama bertahun-tahun.

2. Jerawat fulminans

Jerawat fulminans biasanya muncul sebagai lanjutan dari jerawat konglobata. Jerawat ini akan mempengaruhi kulit yang sudah meradang dan sering disertai dengan sakit pada bagian sendi dan demam. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan yang ekstrem dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Serupa seperti jerawat konglobata, jerawat jenis ini juga bisa muncul tidak hanya di bagian wajah, tetapi juga di bagian tubuh lain seperti lengan, dada, dan bokong. Dapat dikatakan, jerawat fulminans merupakan kondisi jerawat yang paling parah.

Jerawat fulminans disebabkan oleh melemahnya sistem kekebalan dan meningkatnya tingkat testosteron. Tingkat tinggi hormon ini menyebabkan peningkatan produksi dan ekskresi sebum dan bakteri, sehingga merangsang pertumbuhan jerawat.

Bagaimana cara membedakan jerawat konglobata dan jerawat fulminans? Meskipun gejala fisik mungkin pada awalnya tampak mirip, jerawat fulminans biasanya ditandai dengan adanya rasa sakit fisik yang lebih. Pasien dengan jerawat fulminans biasanya merasakan nyeri tulang atau wajah, migrain, dan demam.


sumber : detik.com