Tak Perlu Panik, Stres Juga Punya Manfaat untuk Kesehatan - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Tak Perlu Panik, Stres Juga Punya Manfaat untuk Kesehatan


Semua orang cenderung menghindari stres karena khawatir efeknya buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Namun para ahli mengatakan, ada bermacam-macam stres dan tidak semuanya buruk. Bahkan, ada juga yang justru menyehatkan.

Beberapa manfaat stres yang menyehatkan adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Healthyliving MSN, Kamis (11/7/2013).

 1. Stres memberikan suntikan semangat
Dengan mudahnya, orang sering menyalahkan stres sebagai biang penyakit seperti serangan jantung, maag dan obesitas. Namun ahli endokrinologi dari Hungaria, Hans Selye menyebut istilah 'eustress' yang merujuk pada stres positif. Artinya tidak semua stres itu buruk, ada juga yang menyehatkan. Contohnya, pernikahan dan naik jabatan adalah stres yang bisa membangkitkan semangat.

2. Stres bisa menunda pikun
Dalam jangka pendek, stres memicu peningkatan hormon kortisol yang salah satu fungsinya seperti bohlam lampu di otak. Studi di New Mexico University menunjukkan beberapa bagian pada pusat ingatan mengalami peningkatan aktivitas saat sedang berada dalam kondisi stres.

"Contoh memori kerja adalah kemampuan mengingat saat seseorang memberikan nomor telepon," kata sang peneliti, Melissa Stauble

 3. Stres meningkatkan kreativitas
Eutsress alias stres positif dibutuhkan saat otak membutuhkan kreativitas, baik menulis puisi maupun menyusun rencana kerja di kantor. "Stres memberi efek 'here and now', sehingga otak lebih kebal terhadap hal-hal yang mengalihkan perhatian. Seseorang juga menjadi lebih berani ambil risiko dan berani mengungkapkan ide kreatifnya" kata Kirsch.

 4. Stres meningkatkan sistem imun
Penelitian pada binatang di Institute for Immunity menunjukkan bahwa stres bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Saat dihadapkan pada stres ringan, tampak adanya peningkatan mobilitas beberapa tipe sel imun pada aliran darah maupun kulit dan jaringan tubuh lainnya.

 5. Stres mempercepat proses penyembuhan
Penelitian lain yang dilakukan Dhabhar menunjukkan bahwa pasien bedah lutut mengalami efek yang sama seperti dalam uji coba tentang sistem imun. Saat menghadapi stres ringan, pasien cenderung lebih cepat sembuh dari luka bekas operasi. Namun tampaknya hal ini hanya berlaku pada stres jangka pendek dan bukan stres kronis.

sumber : detik.com