Tak Bayar Pembantu, Ibunda Ridho Slank Dituntut 7 Tahun Penjara - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Tak Bayar Pembantu, Ibunda Ridho Slank Dituntut 7 Tahun Penjara


Asmain Heluth, mantan pembantu di rumah ibunda Ridho Slank, Sien Ely, mengaku sering melihat aktivitas Slank di tempatnya bekerja di Jalan Kayu Emas Utara blok U No. 289, Pulogadung, Jakarta Timur. Ia juga mengaku heran bila Ridho seakan tak peduli dengan kasus yang menimpanya.


Padahal, yang dituntut Asmain adalah haknya, yaitu gaji selama bekerja tujuh tahun di rumah itu. Sebelum membawa kasus ini ke pengadilan, Asmain pun telah meminta bantuan Ridho.

"Sudah beberapa kali aku sms ke Ridho, tapi justru dikasih sama Fatmawati (kakak Ridho). Dia bilang ini sedekah. Sedangkan yang saya mau itu gaji saya. Ridho itu manusia atau nggak sih?" cetus Asmain usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (9/7/2013).

Bukan Hanya Satu Pembantu

Selain Asmain Heluth, ternyata ada dua pembantu rumah tangga yang mengaku belum dibayar upahnya oleh Nyonya Rustam Hafiedz, ibunda Mohammad Ridwan Hafiedz atau akrab disapa Ridho `Slank. Dua asisten rumah tangga itu bernama Darma dan Yati. Lantaran tak digaji, dua pembantu tersebut akhirnya memilih kabur dari kediaman ibu Ridho di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.

Ironisnya, Darma masih terhitung saudara ibunda Ridho di Ambon, Maluku.

"Di sini aku mau jadi saksi buat bibi (Asmain). Soalnya sejak bibi masuk kerja sampai tujuh tahun tidak dibayar gaji. Waktu itu bibi masuk [kerja], saya masih kerja di rumah Oma (Nyonya Rustam Hafiedz). Sampai saya kabur dari rumahnya Oma," tutur Darma.

"Tetapi kenapa Oma tidak mengakui bahwa ada pembantu yang namanya Dar dan Yati," imbuh Darma atau Dar yang mengaku datang dari Ambon demi memberikan kesaksian kepada Asmain yang tengah beperkara hukum dengan ibunda Ridho `Slank`.

Ternyata, menurut Asmain, bukan hanya upah yang tidak dibayar. Ia pun kerap menerima perlakuan tidak manusiawi dari ibunda Ridho `Slank`. Mulai dari bekerja siang-malam hingga menderita luka fisik karena kelelahan.


Tuntutan Tujuh Tahun Penjara

Asmain Heluth benar-benar serius memperjuangkan gajinya yang tak dibayar ibunda Ridho Slank, Sien Ely, sebesar Rp126,5 juta. Bila tak membayar uang sejumlah itu, wanita berusia 48 tahun ini akan mempidanakan Sien Ely dengan dugaan kriminal penipuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hal itu diucapkan kuasa hukum Asmain, Kissinger Mulia P Tambunan, kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (9/7/2013). Sien Ely akan dituntut dengan dua pasal berlapis, yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan juga Pasal 45 Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang KDRT. Hukumannya tiga tahun penjara. "Jadi kalau di total tujuh tahun penjara," cetus si kuasa hukum.

Selama bekerja tujuh tahun di rumah Sien Ely, Asmain mengaku mengalami kekerasan secara psikis. Misalnya, melakukan pekerjaan tiga orang sekaligus. "Dan harus sempurna. Saya juga disuruh beli peralatan sendiri. Cuma dikasih makan saja," timpal Asmain.

Selain hukuman kurungan badan tersebut, UU KDRT juga menyebutkan denda uang sebesar Rp 9 juta yang harus dibayarkan Sien Ely, bila ia terbukti bersalah.

Mangkir di Persidangan

Sedianya sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan membacakan putusan perihal kasus antara ibunda Ridho Slank, Sien Ely dengan mantan pembantu rumah tangganya, Asmain Heluth, Selasa (9/7/2013). Sayang, Sien Ely lagi-lagi mangkir sehingga pembacaan putusan pun ditunda majelis hakim.

Seperti diberitakan di atas, Asmain menggugat Sien Ely sebesar Rp. 126,5 juta. Uang itu merupakan gaji Asmain yang tidak dibayarkan selama 82 bulan atau sekitar kurang lebih tujuh tahun lamanya, sejak 2004 hingga 2011.

"Sampai tujuh tahun saya menunggu. Katanya hak saya nggak akan hilang. Uang saya disimpan di bank, tapi sampai sekarang tidak ada," tutur Asmain usai sidang.

Janji manis ini yang menjadi dasar Asmain mengajukan tuntutan lewat pengadilan. Ia memasukkan gugatan sejak 6 Desember 2012.

"Saya sudah coba berdamai, tapi dia selalu menunda-nunda. Saya sudah bilang secepatnya diselesaikan. Pas mau masukin ke pengadilan, kata dia silahkan saja berapa pengadilan putuskan, kami akan bayar," jelas Asmain menirukan ucapan mantan majikannya.

Sumber: liputan6.com