Sebulan Terjebak di Bandara, Pria ini Akhirnya Boleh Keluar - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Sebulan Terjebak di Bandara, Pria ini Akhirnya Boleh Keluar


Buron aparat intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, akhirnya mendapatkan izin resmi untuk meninggalkan Bandara Sheremetyevo, Rusia.

Izin tersebut dikeluarkan Badan Migrasi Federal Rusia. Pembocor rahasia AS itu akhirnya bisa meninggalkan area transit bandara sejak tiba dari Hong Kong pada 23 Juni 2013. Sebelumnya, ia tak bisa beranjak dari bandara karena AS mencabut paspornya.

Snowden yang jadi buron gara-gara membocorkan detail program pengawasan negara, baru-baru ini mendapatkan suaka sementara dari Rusia.

Seperti dikabarkan BBC, Rabu (24/7/2013), ia bisa meninggalkan "zona steril" bandara dalam beberapa jam. Demikian penuturan sumber kepada kantor berita Interfax, Rusia.

Sejumlah pakaian akan disediakan bagi pria berkacamata itu. Sementara, dokumen perizinan diserahkan pada Snowden oleh pengacara, Anatoly Kucherena.

Sementara, belum jelas apakah Rusia telah mengabulkan permohonan suaka sementara Snowden. Jika ternyata iya, kata Kucherena, Snowden bisa tinggal di Rusia, bahkan pergi ke negara lain, setidaknya dalam waktu setahun.

Washington tak punya perjanjian ekstradisi dengan Rusia. Jadi, agen FBI yang bekerja di Kedubes AS di Rusia tak punya kewenangan untuk menahan Snowden.

Sebelumnya, Snowden menguak program bernama PRISM, yang merupakan upaya penyadapan dengan memanfaatkan 9 server di perusahaan internet terbesar dunia saat ini.

Perusahaan yang terlibat itu antara lain Microsoft, Google, Yahoo, Facebook, PalTalk, YouTube, Skype, AOL, dan Apple. Dropbox juga disebut masuk dalam rencana perusahaan yang akan segera tergabung dalam program itu.

Dengan demikian bisa dibayangkan bahwa penyadapan itu akan meliputi beragam informasi. Baik itu audio, video, foto, email, dokumen, dan daftar komunikasi, akan disadap oleh NSA.

Apa yang diungkapkan Snowden bisa jadi benar. Paling tidak, bisa dipercaya. Sebab, ia adalah mantan asisten teknis untuk Badan Intelijen AS (CIA) dan kini bekerja sebagai kontraktor pertahanan di Booz Allen Hamilton.

Sumber: liputan6.com