Relaksasi Praktis Agar Tak Gampang Uring-uringan dan Stres - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Relaksasi Praktis Agar Tak Gampang Uring-uringan dan Stres


Setiap orang pasti punya masalah masing-masing. Yang membedakan, bagaimana ia dapat mengatasi dan tak membiarkan masalah berlarut menjadi stres berkepanjangan. Ada beberapa cara relaksasi yang patut Anda coba.

Relaksasi dapat menurunkan tingkat stres karena pada otak ada alam bawah sadar yang mengendalikan tubuh. Ini dipengaruhi juga oleh lingkungan sekitar, seperti rasa cemas yaitu rangsangan otak bagian dalam dan muncul dalam bentuk gangguan fisik seperti cemas, sehingga kalau lari ke organ tubuh, lambung misalnya, dapat meningkatkan asam lambung.

"Dengan relaksasi kita memerintahkan otak untuk pengendalian diri pada aktivitas yang tidak sehat," jelas Dr Andri, psikiater dari RS Omni, saat dihubungi Rabu (24/7/2013).

Relaksasi tidak hanya bisa dilakukan dengan yoga, tetapi bisa juga dengan berdoa atau salat. Salat 5 menit misalnya, sudah merupakan bagian dari relaksasi karena saat itu Anda hanya berpusat pada satu titik dan berkomunikasi dengan Tuhan. Ini akan membantu tubuh menjadi lebih rileks.

"Kalau timing tergantung, yang penting saat istirahat benar-benar lepaskan diri kita dari aktivitas yang biasanya kita lakukan," sambur Dr Andri.

dr Phaidon L Toruan, praktisi hidup sehat, juga memberikan beberapa cara relaksasi yang bisa Anda lakukan, yakni:

1. Aktivitas fisik mulai dari yang ringan seperti yoga, tai-chi, sedang seperti joging, bersepeda, menari, sampai yang berat seperti main sepakbola, latihan beban dan mendaki gunung.

2. Aktivitas kreatif seperti menyanyi baik, ikut paduan suara, bernyanyi di karaoke, bermain musik, menggambar, fotografi, menghias keramik, dan kegiatan kreatif lain.

3. Aktivitas meditasi seperti ibadah, dan bentuk doa lainnya, yang mengutamakan keheningan suasana untuk mendengarkan gerakan-gerakan yang terjadi di tubuh kita.

"Semua bentuk kegiatan tersebut dapat menjadi pelarian atau jalan keluar dari berbagai tekanan-tekanan psikis yang dialami sehari-hari," jelas dr Phaidon L Toruan.

Relaksasi adalah suatu kegiatan positif yang dapat memberikan rasa nyaman dan puas yang bermanfaat untuk melupakan sejenak tekanan yang dialami, mengistirahatkan pikiran dengan cara menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) melalui suatu kegiatan yang menyenangkan.

Anda dapat memilih bentuk relaksasi yang mudah dan bisa dilakukan, yang Anda tahu menimbulkan perasaan tenang, senang, lepas, dan rasa puas. Kadang hal-hal sederhana seperti bermain dengan anak-anak, berkumpul untuk reuni saat kuliah, membaca buku, bermain gitar, piano, atau sekedar menonton film sudah merupakan relaksasi yang bermanfaat.

Olahraga adalah bentuk relaksasi yang sangat bermanfaat, karena olahraga adalah aktivitas yang membantu melakukan autoregulasi hormon di dalam tubuh. Olahraga menghasilkan hormon endorfin yang artinya endogenous morfin, sejenis heroin alami yang diproduksi otak manusia, dan akibatnya memberikan efek tenang, nyaman dan mengurangi depresi.

Olahraga juga meningkatkan hormon adrenalin yang menyebabkan manusia menjadi bersemangat. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa olahraga sendiri sebetulnya merupakan sumber stres fisik. Karena itu, olahraga harus tahu takaran dan harus diikuti dengan istirahat yang cukup untuk pemulihan tubuh.

"Bila kita tahu manfaat relaksasi untuk kesehatan dan kualitas hidup kita, tentu akan lebih baik kalau kita bisa mengukur berapa banyak yang dibutuhkan. Secara sederhana bisa disimpulkan, bahwa kita membutuhkan relaksasi harian, mingguan, bulanan, dan tahunan," jelas dr Phaidon.

Relaksasi harian bisa berupa doa atau meditasi setiap hari, mendengar musik tiap hari, atau meluangkan waktu untuk tertawa, misal menonton acara komedi. Relaksasi mingguan bisa berupa olahraga outdoor bersama keluarga atau bersama teman. Sedangkan relaksasi bulanan bisa berarti liburan keluarga 2-3 hari. Relaksasi tahunan bisa liburan besar selama 2 minggu, ketika liburan sekolah dan atau hari raya.

sumber : detik.com