Puasa Sangat Membantu "EcoDrive" di Tengah Kemacetan - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Puasa Sangat Membantu "EcoDrive" di Tengah Kemacetan


Puasa bisa membantu Anda untuk menjadi seorang pengemudi EcoDrive, pengemudi yang efisien atau irit bahan bakar. Kalau pun tidak mengejar irit, berpartisipasi untuk mengurangi emisi karbodioksida (CO2).

Teknik ini dikhususkan saat berjuang menghadapi kemacetan atau lalu lintas padat merayap yang menjadi santapan pengemudi di kota besar setiap hari. Cara ini, juga bisa dimanfaatkan bila Anda mudik atau libur Lebaran dengan mobil sendiri. Pasalnya, diperkirakan pada jalan-jalan ruas tertentu akan macet.

Kunci utama agar “EcoDrive” bisa dipraktekkan secara optimal, tetaplah sabar, menjaga emosi tidak terpancing dan selalu berkonsentrasi penuh, khususnya memperhatikan putaran mesin saat menghadapi  kondisi “stop and go”. 

Cara ini juga  lebih efektif untuk mobil dengan transmisi manual atau otomatis yang dilengkapi dengan pengoperasian gigi manual (tinggal towel tongkat transmisi atau “paddle shift”). Di sini anda yang mengatur putaran mesin dan bukan komputer mobil (mesin dan transmisi).
  1. Saat pertama kali menjalankan mobil, jangan langsung membetot pedal gas atau melaju dengan cepat (berkaselerasi). Melajulah dengan pelan dan mulus sampai 2.000 rpm. Sebelum sampai pada putaran 2.000 rpm, khusus mobil dengan mesin 1.300 cc, cepatlah pindah gigi ke posisi lebih tinggi. 
  2. Perhatikan kondisi lalu lint, terutama di depan  mobil Anda. Kalau mereka kencang namun di depan macet atau dekat dengan lampu merah, sebaiknya jangan ikut-ikutan tancap gas. Tetaplah meluncur dengan halus.  Anda bisa saja jalan pelan dengan menggunakan gigi lebih rendah, misalnya 2 atau 3. Perhatikan putaran mesin, jangan lebih 2.000 rpm. Injakan pedal gas juga harus konstan atau tidak boleh dikocok. Jangan khawatir dengan sodokan mobil lain dari samping. Bila jarak antara-mobil depan dan belakang rapat, sulit bagi mobil dari samping untuk menyodok. Jangan panas atau ikut tancap gas bila Anda kalah cepat!
  3. Jangan coba berpindah jalur kalau tidak terpaksa. Ikuti saja mobil di depan Anda.
  4. Injak atau tekanlah pedal gas secara halus.  
  5. Bila Anda melaju tidak terlalu kencang, akan membantu memperpanjang umur komponen seperti suspensi, an roda danban. Pasalnya, saat melindas lubang atau polisi tidur, bantingan yang timbul tidak terlalu keras.
  6. Saat membelok, bila ingin mempertahankan putaran mesin di bawah 2.000 rpm, harus cepat memindahkan gigi ke posisi lebih rendah, 2 atau 1.
  7. Pada kondisi seperti ini sering terjadi, karena keasyikan keluar tikungan dengan cepat, pedal gas diinjak dalam-dalam sehingga putaran mesin jadi tinggi. Karena tujuannya mengirit atau mengurangi polusi, ya... jangan tancap gas, pertahanakan putaran mesin di bawah 2.000 rpm.
  8. Melaju dengan pelan, membantu mengurangi frekuensi menggerem dan memperpanjang umur kampas rem.
  9. Bila Anda sudah keluar dari kamacetan, silahkan tancap gas asal mampu dan tidak membahayakan pemakaian jalan lain. Anda bisa saja tancap gas dengan putaran mesin di atas 2.000 rpm, bahkan 4.000 rpm. Sebaiknya, harus cepat menggunakan gigi lebih tinggi. Sembari mengamati lalu lintas di depan dan sekitar, tetap berjaga-jaga bila mobil di depan tiba-tiba menggerem atau pindah jalur seenaknya. Kalau menghadapi kondisi seperti ini, Anda harus pindah gigi ke posisi lebih rendah dengan cepat untuk mendapatkan efek “engine brake. atau pengereman dari mesin. Cara terbaik lain, menjaga jarak yang cukup dengan mobil di depan.
  10. Jangan bertelepon atau SMS saat macet. Konsentrasi terpecah, penggemudi biasanya menekan pedal gas untuk mempercepat laju kendaraan namun terlambat memindahkan gigi ke posisi lebih tinggi.
  11. Agar mesin selalu oke,setiap 5.000 km, begitu berada di jalan tol yang sepi, kebut mobil Anda sampai garis merah sejauh 1 kilometer. Tujuannya, mendorong kotoran sisa pembakaran di saluran buang, mulai dari katup sampai saringan knalpot  atau katalisator (katalitik   konverter. Untuk, gigi paling rtinggi 4 atau 3, khusus pada kendaraan dengan transmisi 5-pecepatan manual.
sumber : kompas.com