Penyakit Ayan Bisa Diobati - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Penyakit Ayan Bisa Diobati


Penyakit epilepsi atau ayan sesungguhnya adalah gangguan fisik. Tetapi hingga sekarang masih banyak masyarakat beranggapan bahwa epilepsi adalah akibat guna-guna, kutukan bahkan ada yang menganggap sebagai gangguan syaraf.


Akibat anggapan yang negative tersebut, penanganan terhadap penderita menjadi kurang optimal. “Masyarakat cenderung menjauhi, takut ketularan,” papar Dr Ghea Pandhita, spesialis syaraf RS Pondok Kopi, Jaktim disela talkshow edukasi kesehatan Soho Group, kemarin.

Padahal jelas Dr.Gea  epilepsi bukan penyakit menular, bukan akibat kutukan dan guna – guna, bukan pula gangguan jiwa. Epilepsi sesungguhnya merupakan penyakit gangguan fisik, sehingga memungkinkan untuk diobati.

Stigma negative penyandang epilepsi tersebut membuat penyandang epilepsi tidak bisa bersosialisasi secara normal dengan masyarakat. Beberapa laporan menyebutkan  problema psikososial dialami para penyandang epilepsi, seperti diisolasi secara sosial, kurangnya percaya diri serta munculnya kecemasan dan depresi.

Berdasarkan data dari WHO tahun 2009, epilepsi menyerang 1% penduduk dunia. Di Indonesia, dengan penduduk berkisar 240 juta, perkiraan penyandang epilepsi aktif sekitar 1,8 juta jiwa dan penyandang epilepsi baru mencapai 250 ribu penderita per tahun. Dari jumlah tersebut, kasus epilepsi lebih banyak ditemukan pada anak – anak.

Karena itu Dr Gea menyarankan agar waspada terhadap perilaku anak-anak terkait epilepsi. Kenali gejala awalnya agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Adapun beberapa perilaku anak yang perlu diwaspadai antara lain sering kejang kelojotan, terkejut, bengong dan kaku. Jika menemukan gejala demikian, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Pengobatan secara intensif akan membuat si kecil dapat kembali sehat dan ceria seperti sedia kala,” lanutnya.

Sementara itu Nurlida Fatmikasari, Public Relations Departement Head SOHO Group berharap  setelah adanya edukasi kesehatan ini, pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi meningkat sehingga mengubah perlakukan terhadap penyandang epilepsi.