Pembobolan ATM Dengan Modus Baru - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pembobolan ATM Dengan Modus Baru


Anggota Resmob Polrestabes Surabaya mengungkap tindak kejahatan pembobolan ATM antar provinsi dengan mengamankan tiga pelaku. Hebatnya, pelaku masih bersaudara yakni Rudi Hermawan,34, warga Tanggulangin Sidoarjo, kakak dari Vivit Candra, 30, serta Irfan Yusa, 25, sepupu keduanya yang sama-sama tinggal di Lampung Selatan.


Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija menjelaskan, ketiga pelaku berhasil meraup Rp 265 Juta dari mesin ATM BCA dalam waktu kurang lebih 1 tahun.

Modus pelaku, kata mantan Kapolres Sidoarjo itu, dengan cara memasukan kartu ATM BCA, lalu memilih transaksi penarikan uang tunai dalam jumlah maksimal. Usai transaksi, saat kartu ATM keluar dan diambil, mereka mencabut stop kontak listrik mesin ATM. “Maka usai mengambil kartu ATM dan uang tunai, pelaku lainnya mencabut kabel stop kontak listrik,” kata Setija.

Dengan matinya mesin ATM dan loading, uang tarikan tadi sudah terlihat oleh tersangka ditarik paksa hingga mendapatkan uang dan saldo atau debit tidak berkurang. “Tersangka beraksi di berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Jogja,Solo, Semarang, Malang,” lanjutnya.

Sedangkan terbongkarnya kasus pembobalan ini berawal dari laporan pihak Bank BCA atas adanya transaksi tidak wajar sehingga dilanjutkan lapor ke Tim dari resmob hingga dilakukan kerjasama.”Untuk kasus ini saya melakukan lidik selama 2 bulan, ternyata pelaku ini banyak transaksi di mesin ATM minimarket Jalan Brebek Sidoarjo,” terang Kanit Resmob Polrestabes AKP Agung Pribadi.

Dari ketiga tersangka polisi mengamankan barang bukti mobil rental Toyota Avanza warna putih. Sepeda motor Honda Spacy warna putih. Uang tunai Rp 12,5 juta, 1 unit laptop, dan puluhan kartu ATM dari berbagai bank seperti BCA, Permata, Danamon, CIMB Niaga dan bank lainnya. Sedangkan bank lainnya masih belum diketahui kerugiannya, karena belum ada yang melapor.

Sedangkan tersangka Rudi, mengaku jika bisa membobol ATM dengan hasil uang Rp 265 Juta tersebut diperoleh dari bacaan yang ada di dunia maya (google). “Saya mempelajari dari google Mas, di situ ada caranya,” aku Rudi dengan memiliki dua istri.

Meskipun sukses, Rudi juga pernah gagal dalam beraksi, tetapi kegagalan itu dimaksudnya adalah mendapatkan uang dari saldonya sendiri. Rudi bisa mengumpulkan ATM banyak serta berbagai jenis dengan cara memberikan upah pada seseorang guna membuka buku tabungan baru.

“Saya suruh orang untuk buka buku tabungan dengan jumlah saldo Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dan diberi upah uang Rp 600 ribu per orangnya,” katanya yang terancam hukuman kurang lebih 7 tahun bersama saudaranya atas tindakan pencurian dengan pemberatan.

Sumber: poskotanews.com