Ternyata Ada Efek Negatif dari iPhone Murah - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ternyata Ada Efek Negatif dari iPhone Murah


Kata "murah” tidak pernah sekalipun diasosiasikan kepada produk buatan Appel. Namun hal tersebut bisa seketika berubah jika raksasa gadget itu menjawab spekulasi dipasarkannya iPhone murah.

Apple sukses membangun reputasi sebagai produsen gadget berkualitas dengan harga di atas rata-rata. Semua setuju, komputer, media player, ponsel pintar, dan tablet buatan Apple harganya mahal. Dengan target pengguna kelas premium atau kelas menangah atas, Apple meraih margin keuntungan tinggi, yang membuat iri para pesaingnya.

Rumor diluncurkannya iPhone dengan harga terjangkau, kemungkinan akan semakin meningkatkan market share di tengah pasar ponsel pintar di seluruh dunia. Dengan lesunya pasar ponsel cerdas untuk kelas menengah atas, Apple ingin membidik sekaligus mempertahankan pasar di negara-negara berkembang.


Sebuah foto yang sempat tersebar di dunia maya, memperlihatkan gambar ponsel yang disebut-sebut sebagai iPhone murah. Ponsel ini terbuat dari plastik dengan frame yang terbuat dari metal, sesuai standar iPhone.

Perangkat yang kabarnya bakal diberi nama iPhone Lite ini layarnya berukuran 4 inci, sama seperti iPhone 5. Namun kabar itu dibantah oleh AppleInsider yang menegaskan foto yang tersebar melalui situs Techdy adalah palsu.

Dikabarkan, casing iPhone Lite terbuat dari polycarbonate. Satu unit ponsel tersebut dibanderol antara U$D 350 atau Rp 3,4 juta hingga U$D 400 atau Rp 3,9 juta.

Foto lain yang sempat bocor menampilkan casing iPhone Lite dengan warna permen seperti kuning terang, merah, dan hijau. Pengamat Tero Kuittinen mengatakan, diproduksinya iPhone bagi entry level membuat ponsel itu tampak murahan dan jelek. Adapun penulis Quartz, Chritopher Mims mengatakan, jika gambar yang bocor itu benar iPhone Lite, maka menjadi sebuah kemunduran bagi Apple.


Analis USB, Steven Milunovich mengatakan, pasar ponsel bagi kalangan menengah ke atas yang kini dikuasai Apple, sedang mengalami penetrasi yang baik. Namun menurut dia, menurunkan pasaran akan berdampak buruk bagi perusahaan.

"Menjual iPhone dengan harga murah adalah hal yang menantang,” kata Milunovich. Ia memperkirakan, dengan harga tersebut, penjualan hanya akan berkontribusi sekitar 5 sampai 10 persen dari keseluruhan.

Sumber: tempo.co