Ahok Lawan Preman yang Tutup Jalan ke SMPN 289 - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ahok Lawan Preman yang Tutup Jalan ke SMPN 289


Polisi akan memanggil sejumlah saksi untuk masalah penutupan akses jalan menuju SMP Negeri 289 Jakarta di Cilincing, Jakarta Utara. "Akan diperiksa Polres Jakarta Utara pihak-pihak terkait," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Rikwanto, saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Juli 2013.


Pemanggilan saksi bertujuan menjernihkan permasalahan yang terjadi di sana. Menurut informasi yang diterima polisi, terjadi kasus sengketa tanah pada bangunan sekolah negeri itu. Salah satu pihak yang akan dipanggil adalah ketua RW. 

Menurut laporan masyarakat, ia dituduh menempatkan seorang centeng yang bertugas menghalangi orang-orang yang hendak menggunakan jalan tersebut. Hingga permasalahan jelas, polisi belum bisa mengambil tindakan untuk membuka paksa jalan yang tertutup seng tersebut.


SMPN 289 seharusnya dapat beroperasi. Namun, karena penutupan jalan itu, para siswa tak dapat memakai gedung sekolah. Mereka dilaporkan menjalani kegiatan belajar-mengajar di sekolah dasar terdekat

Tindak Tegas Premanisme

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan telah meminta kepolisian menindak tegas premanisme di jalan masuk menuju SMP Negeri 289, Cilincing, Jakarta Utara. Ia menerima info bahwa jalan menuju sekolah itu dijaga centeng-centeng bayaran supaya tidak dilalui warga.

"Jaminan dari Kapolda, tidak ada premanisme di Jakarta," kata Basuki di Balai Kota Jakarta, Rabu, 10 Juli 2013. Polisi bakal bertindak apabila para preman bayaran terbukti melakukan kekerasan kepada warga maupun anak-anak sekolah di sekitar kawasan itu.

"Nggak ada yang bisa jadi preman di sana, apa mereka mau lawan anak sekolah? lawan guru? Itu, kan untuk kepentingan anak sekolah, dan juga masjid di daerah itu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Ahok berjanji untuk menindak orang-orang yang menghambat kelancaran akses jalan warga.

Selain itu, lanjut Ahok, pembangunan akses jalan masuk yang baru menuju SMPN 289 juga tetap dikerjakan. Apalagi, pembuatan jalan tak menggunakan APBD DKI Jakarta, melainkan dikerjakan pihak swasta atau pengembang.

“Kita minta swasta yang mengerjakannya. Kepala Disdik (Taufik Yudi) tidak denger keputusan yang terakhir. Pokoknya lagi dikerjakan jalannya oleh pihak swasta,” kata Ahok.

Lahan yang akan menjadi jalan akses masuk ke gedung sekolah merupakan hibah dari warga setempat. Hanya saja biaya pengerjaannya diserahkan kepada pengembang swasta sebagai kewajibannya. Menurut Ahok, Gubernur telah memutuskan melibatkan pengembang yang mengajukan rencana mendirikan gudang di suatu kawasan.

Pengembang ini juga akan membangun jalan yang berbatasan dengan Rumah Sakit Islam. ”RS ini juga merasa jalan kampung tidak terlalu sempit kan. Kalau akses jalan itu dibangun, maka sekolah dan RS itu bisa pakai jalan itu,” katanya.