Kronologis Penembakan Adik John Kei, Tito Kei - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Kronologis Penembakan Adik John Kei, Tito Kei



Tito Refra Kei tewas setelah ditembak orang tak dikenal di dekat kediamannya, Perumahan Titian Indah, Medansatria, Kota Bekasi, Jumat, 31 Mei 2013. Polisi masih mengembangkan penyelidikan guna mengetahui motif pembunuhan terhadap adik kandung dari John Refra Kei tersebut.

Tim identifikasi Polresta Bekasi Kota sebelumnya melakukan olah tempat kejadian perkara sesaat setelah insiden penembakan itu. Keterangan sementara, insiden penembakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Berikut ini kronologi kasus pembunuhan terhadap Tito Kei dari keterangan polisi dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kerabat Tito, Arnold, 37 tahun, mengatakan, korban beberapa hari belakangan diketahui sering singgah di warung kelontong milik Ratim, 70 tahun. Lokasinya berjarak sekitar 40 meter dan berbeda satu blok dari kediaman Tito di Perumahan Titian Indah Blok N Nomor 1-3, RT 03 RW 10, Medansatria, Kota Bekasi.

Menurut dia, keperluan korban di warung itu sekadar melepas lelah sepulang bekerja di kantor advokasinya, di Wisma Mega, kawasan Sunter, Jakarta Utara. "Tito terkenal ramah dengan warga sekitar," ujar Arnold kepada Tempo, Sabtu, 1 Juni 2013.

Komunikasi terakhir antara Arnold dan Tito juga sempat terjalin beberapa hari terakhir di warung kelontong milik Ratim, yang akrab disapa Aki, itu. Namun, kata dia, komunikasi sebatas obrolan antar-sahabat.

Arnold menuturkan, informasi yang dihimpun dari sejumlah kerabat dan keluarga korban, sebelum peristiwa penembakan, Tito berkunjung ke warung Ratim sekitar pukul 19.30 WIB. Korban menuju warung dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX 150 warna hijau bernomor polisi B-3167-KHL. Motor itu pun diparkir di hadapan meja dan bangku yang terletak di halaman warung.

Lokasi warung Ratim terletak sekitar 500 meter dari gerbang utama Perumahan Titian Indah. Dari arah masuk perumahan, posisi warung Ratim terletak di sebelah kiri jalan utama. Dan di sebelah kanan warung tersebut, ada gerbang yang menghubungkan Perumahan Titian dengan Perumahan Harapan Baru.

Jalan masuk itu cukup untuk satu lajur kendaraan roda empat. Di situ juga terdapat gerbang yang dibuka pada pukul 05.00 dan ditutup pada pukul 23.00.

Di warung itu, Tito bertemu tiga rekannya: Gerry, Han, dan Petrus. Mereka pun terlibat obrolan sambil bermain kartu di meja warung. Tito duduk di bangku yang mengarah ke sepeda motornya, namun posisinya membelakangi akses masuk antar-perumahan tersebut. Ratim juga ikut duduk di bangku yang terletak di hadapan Tito.

Sekitar pukul 20.00 WIB, seorang tak dikenal berjalan kaki datang dari arah jalan akses masuk perumahan itu mengenakan jaket berwarna hitam dan helm tertutup. Tanpa basa-basi, orang tak dikenal itu lalu menembakkan pistol berjarak sekitar 3 meter ke bagian belakang kepala Tito. Peluru itu menembus hingga pelipis mata bagian kanan.

Pelaku kemudian melepaskan tembakan kedua ke arah Ratim. Peluru menembus bagian dada sebelah kiri pemilik warung kelontong tersebut. Insiden penembakan pun disaksikan tiga rekan Tito dan Popon, anak Ratim yang berada di dalam warung. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Perumahan Harapan Baru.


Kepala Polresta Bekasi Kota, Komisaris Besar Priyo Widyanto, belum bisa memastikan jumlah pelaku yang ikut serta dalam aksi pembunuhan ini. Namun, informasi yang dihimpun dari olah tempat kejadian perkara, pelaku berjumlah dua orang. Satu sebagai eksekutor penembakan, sementara satu lainnya mengantar menggunakan sepeda motor. Pelaku pengantar memarkir kendaraan sambil menunggu eksekutor di perumahan sebelah.

Lebih lanjut, Priyo juga belum bisa memastikan motif pelaku pembunuhan terhadap bakal calon legislator yang diusung Partai Amanat Nasional tersebut. Terlebih atas penembakan yang menimpa Ratim. "Kami belum menemukan indikasi yang mengerucut," katanya.

Dugaan sementara, Priyo menambahkan, Ratim dibunuh untuk shock terapy agar rekan-rekan Tito tidak mengejar pelaku. Rekan Tito pun tidak melakukan perlawanan. Mereka berusaha menolong korban yang tertembak. Petugas yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Sementara kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ananda, Medansatria. "Korban meninggal dunia di rumah sakit," ujarnya.

Polisi bakal kembali menggelar olah tempat kejadian perkara untuk pengembangan penyelidikan. Saat ini, tim identifikasi Polresta Bekasi tengah menunggu Inafis Polda Metro Jaya untuk perbantuan penyelidikan.

Hasil olah TKP sementara, kepolisian menduga Tito Refra Kei ditembak dari jarak sekitar 3 meter. Senjata api yang digunakan pelaku diduga jenis FN. Tim penyidik juga menemukan sebuah selongsong peluru berjarak sekitar 3 meter dan sebuah proyektil peluru yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penembakan.

Sumber: tempo.co