Kabut Asap di Singapura Diadukan ke Barack Obama - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Kabut Asap di Singapura Diadukan ke Barack Obama


Kabut asap kiriman dari Sumatera ke Singapura, betul-betul membuat cemas warganya. Apalagi, trend PSI Index (Indeks kualitas udara) hingga Kamis (20/6/2013) siang, terus naik, mencapai 371.

Angka ini masuk kategori sangat berbahaya, dan penggunaan masker dianggap tidak cukup. Namun, update terbaru pukul 21.00 waktu Singapura, tadi malam, indeks PSI turun drastis hingga 197, dan naik lagi ke angka 231 satu jam kemudian.

Angka tersebut tetap tergolong tidak sehat, karena masih di atas 100. Buruknya kualitas udara membuat banyak perusahaan memilih menutup usaha dan merumahkan karyawannya.

Seperti dilansir Asiaone, hingga kemarin tercatat 100 perusahaan merumahkan karyawannya. Data perusahaan itu dilansir oleh sebuah perusahaan agen pemasaran, Goodstuph, yang membuka laporan melalui jejaring sosial.

Kekecewaan juga dirasakan oleh para turis yang libur di Singapura karena mereka tidak bisa ke mana-mana. Salah seorang yang putus asa itu adalah bocah asal Amerika Serikat (AS) berusia tujuh tahun, Natalia Byer.

Ia sampai membuat surat dengan tulisan tangannya sendiri kepada Presiden AS Barack Obama. Natalia mengatakan, ia tidak bisa menikmati liburannya di Singapura, akibat udara yang tercemar.

"Tolong sampaikan kepada teman baik Anda, Presiden Indonesia, untuk menghentikan pembakaran hutan," tulisnya, seperti dikutip The Straits Times.

Natalia berada di Singapura untuk mengunjungi kakek dan neneknya. Ia marah karena tidak boleh bermain di luar. Dalam suratnya, ia menjelaskan bahwa situasi kabut asap tidak baik bagi manusia maupun hewan,

"Spesies terancam punah!" imbuhnya.