Ingin Mancung Sempurna, Hidung Malah Terpotong - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ingin Mancung Sempurna, Hidung Malah Terpotong


Perasaan Vishal Thakkar hancur lebur setelah perceraiannya tahun 2006 lalu. Untuk mengobati luka hatinya itu, ia memutuskan melakukan sesuatu: mengoperasi hidungnya agar terlihat sempurna. 

Ia ingin memperbaiki sesuatu yang sama sekali tak rusak. Sebuah keputusan yang bakal ia sesali seumur hidup.

Lalu, ia mendatangi tempat praktek Dr Angelo Cuzalina, ketua asosiasi dokter bedah kosmetik, American Board of Cosmetic Surgery -- dokter paling terkemuka di wilayah tempat tinggalnya di Tulsa, Oklahoma.

Setelah operasi pertama, Vishal mengaku menderita gangguan pernafasan, tak serius memang, tapi mengganggunya saat tidur dan bekerja.

Ia kembali ke tempat praktek sang dokter, untuk perawatan pasca-operasi. Dan selama 6 tahun, ia menjalani 8 kali operasi. Tak henti-hentinya masalah hidung menderanya.

Vishal mengaku kecewa dengan pelayanan pihak dokter. Sebelum salah satu operasi, ia secara khusus meminta pada perawat untuk tidak mengambil tulang rawan dari telinganya -- yang dibutuhkan dalam operasi hidung.

Saat terbangun beberapa jam kemudian, ia merasakan sakit di belakang telinganya. Ternyata ada tulang rawan di sana yang diambil. Pihak dokter lantas mengirimkan surat berisi permohonan maaf padanya. 


Kasus yang sama terjadi lagi saat mereka mengambil tulang rawan di atas tulang rusuknya. Karena tak ada lagi tulang rawan yang bisa diambil dari telinganya.

Dan klimaksnya terjadi 2011 lalu. Vishar kaget bukan kepalang saat bangun dari operasi. Ia nyaris tak punya hidung!

Bagian atas hidungnya terpotong. "Mereka mengatakan, terjadi infeksi. Karena aku berada di meja operasi dan dalam kondisi tak sadar, dokter merasa harus mengambil keputusan cepat," kata Vishar kepada Fox23, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (7/6/2013).

Tak ayal gugatan pun ia layangkan pada sang dokter yang ia nilai tak bertanggung jawab. Dalam materi gugatannya, pengacara Vishar Thakkar menuding Dr Cuzalina merekam percakapan antara dokter-pasien di kantornya. Rekaman kemudian dijadikan pembenaran dalam surat Dr Cuzalina pada 31 Agustus 2012 yang menyatakan tak akan mengoperasi Vishar, karena "ancaman-ancaman dan pelecehan pasien terhadap staf, praktek, dan saya secara pribadi." Padahal bentuk indera penciuman pasiennya sudah tak karuan.


Operasi plastik Vishar Takkar berubah jadi mimpi buruk. Namun, ia bertekad untuk memperbaiki wajahnya. Tak lantas kapok operasi plastik.

"Tidak ada cara lain, saya tak akan mau hidup seperti ini terus. Rasanya lebih buruk daripada mati," kata Vishar.

Belum ada komentar dari pihak dokter. Pengacaranya menolak wawancara yang diajukan Fox 23, dengan alasan soal rekam medis Vishal Thakkar adalah rahasia antara dokter dan pasien.

Sumber: liputan6.com