Bikin Macet, Akses Mal Taman Anggrek Ditutup - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Bikin Macet, Akses Mal Taman Anggrek Ditutup


Pusat perbelanjaan atau mal yang selalu memakai jalan umum untuk akses masuk dinilai kerap kali menjadi biang kemacetan. Salah satu jalan yang macet adalah Jalan S Parman Jakarta Barat.


Di jalan ini, Mal Taman Anggrek dinilai sebagai penyumbang macet. Ruwetnya lalulintas di depan Mal Taman Anggrek makin diperparah oleh banyaknya angkutan umum yang parkir.

Penutupan akses mal Taman Anggrek ini bukan yang pertama. Sebelumnya Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga sudah akses pintu masuk Plaza Semanggi di Jalan Gatot Subroto. 

Selain Plaza Semanggi, akses yang tengah diproses untuk ditutup adalah Pejaten Village.

"Setelah Plaza Semanggi, dan Pejaten Village yang masih dalam proses penutupan, kini ada beberapa mal yang tengah menjadi target untuk dilakukan kajian ditutupnya akses pintu masuknya," kata Koordinator Traffic Management Centre (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Indra Jafar kepada VIVAnews.

Pintu masuk yang akan ditutup adalah Mal Pejaten Village, Mal Taman Anggrek dan Grand Indonesia. Letak untuk pintu masuk ketiga mal itu sebaiknya tidak berada di jalan protokol seperti sekarang ini.

"Banyak keluhan yang masuk ke kami. Sebab ruas jalan seperti Thamrin, S Parman, Prof Satrio, dan Gatot Subroto terdapat tempat akes masuk mal yang menjadi sumber kemacetan," ungkap dia.

Bahkan, sambung dia, kemacetan di jalan itu bisa sampai belasan kilometer. "Jangan sampai pintu masuk mal malah jadi sumber penyempitan di jalan raya," imbuhnya.

Sejauh ini, kata Indra, penutupan pintu masuk baru diimplementasikan Plaza Semanggi. "Mesti diimplementasikan pengelola mal lainnya agar arus lalu lintas tidak terhambat" tegas Indra.

Selain itu, polisi akan memberikan jalur alternatif bagi pengunjung untuk akses pintu masuk mal yang tidak menimbulkan kemacetan.
"Untuk teknisnya dibahas Dishub DKI, Dirlantas Polda Metro Jaya, dan pengelola mal," katanya.

Data Juni 2009 menyebutkan terdapat 364 pusat perbelanjaan baru dan 57 di antaranya dibangun di Jakarta Selatan.

Kemacetan di depan Mall Taman Anggrek
Air Mancur Dibongkar, Tidak Peduli Peng Shui

Pelebaran Jalan Arjuna di Jakarta Barat bukan hanya akan berdampak pada pedagang tanaman hias. Air mancur Mal Taman Anggrek pun terancam dibongkar.


"Air mancur Taman Anggrek kita bongkar, enggak peduli Feng Shui, kita bongkar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Ibu Leo Hartana, salah seorang warga yang terkena pelebaran Jalan Arjuna, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/6/2013), diambil dari akun resmi Pemprov DKI di Youtube.

Sesuai rencana Pemprov DKI Jakarta, Jalan Arjuna Utara dan Selatan yang terletak di pinggiran tol Kebun Jeruk akan dilebarkan hingga 18 meter. Pelebaran ini juga akan memakan lahan Universitas Indonesia Esa Unggul, Apartemen Menara Kebon Jeruk, dan berbagai ruko. 

Kepada Basuki, Ibu Leo mengaku kaget dengan rencana tersebut. Menurutnya, dia belum mendapat sosialisasi mengenai rencana pelebaran jalan tersebut.

"Kaget, belum pernah ada pemberitahuan apa-apa, tiba-tiba kemarin dipanggil mengenai pelebaran jalan. Pelebaran jalan itu buat apa?" tanya Ibu Leo yang mengaku sudah tinggal di Jalan Arjuna Selatan sejak tahun 1990.

Suami Ibu Leo yang ikut menemui Basuki mengatakan, pelebaran jalan tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan. Menurutnya, hal itu malah bisa menambah kemacetan.

Menanggapi itu, Basuki menjelaskan bahwa pelebaran jalan memang bukan untuk menyelesaikan kemacetan. Namun, setidaknya, dengan jalan yang lebar, flow kendaraan tetap jalan.
"Teorinya, tidak ada lebarin jalan bisa menyelesaikan macet. Kalau mau atasi macet, paksa orang pakai mobil pribadi ke kendaraan umum. Itu teorinya," ujar Basuki.

"Kalau kita berargumentasi, untuk apa pemerintah melebarkan jalan, entar juga macet. Kalau begitu, kita stop aja semua, enggak usah ada jalan di DKI, toh juga macet. Enggak bisa seperti itu teorinya. Ini karena ada kepentingan bapak ibu saja," tutur pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Rencananya, pelebaran jalan itu akan dibereskan selama dua tahun. Tahun ini, Pemprov DKI masih menginventarisasi fisik dan pembebasan tanah.

Menurut Basuki, dia menerima kehadiran dua warga Jalan Arjuna itu di kantornya karena ingin mendengarkan pendapat warga mengenai rencana pelebaran jalan di Jalan Arjuna. 

"Kalau dulu, Bapak menginjak sini aja enggak bisa, Pak. Sekarang aja baru bisa. Office boy aja enggak bisa lihat gubernur, kok. Prinsip kami, satu orang pun mengeluh tentang kondisi harta dia, seberapa pun, kami terima. Tapi, ketika kami terima, kami akan pertimbangkan. Ini kepentingan sekelompok orang atau kepentingan orang banyak," ujar Basuki.

Sumber: kompas.com, viva.co.id