Berdalih Bangun Gereja, Penginjil Gadungan Tipu Pengusaha Ratusan Juta - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Berdalih Bangun Gereja, Penginjil Gadungan Tipu Pengusaha Ratusan Juta


Rudi S Hadi Wardoyo (53), tersangka tunggal kasus pemalsuan dokumen, penipuan dan penggelapan uang jemaat gereja senilai Rp 400 juta telah mempersiapkan penipuan dengan matang dan rapih.

Hal ini bisa dilihat dari adanya bilyet giro yang diberikan Rudi ke korbannya sebagai garansi atau jaminan uang. Dan setelah jatuh tempo ternyata dananya tidak mencukupi.

Selain itu, pendukung lain untuk menyempurnakan aksi penipuan Rudi yakni dengan membuat beberapa Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu untuk menampung uang dari para jemaat.

"Untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan nama-nama palsu seperti Ruddy, Yohanes Wijaya, Rusdy Sugiharto, Brenden Surya Jaya dan nama lainnya," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Daniel Bolly T, Jumat (14/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Kemudian Rudi membuat KTP palsu di Pasar Matraman pojokan atau belokan dekat lampu merah Matraman, Jakpus dengan bantuan seseorang bernama Anto.

Setelah jadi, KTP palsu tersebut digunakan oleh tersangka untuk membuka rekening di berbagai bank dengan maksud menampung dana hasil penipuan. Rudi S Hadi Wardoyo (53) harus merasakan dinginnya tembok penjara di tahanan Polda Metro Jaya lantaran telah menipu seorang jemaat gereja senilai Rp 400 juta.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Daniel Bolly T mengatakan tak hanya melakukan penipuan, Rudi juga terbukti melakukan pemalsuan dokumen dan penggelapan.

Dijelaskan Bolly kejadian ini berawal dari adanya laporan masyarakat atas nama Sari Putra Yosef yang melaporkan Rudi ke Polda Metro Jaya pada April 2013 lalu.

"Modusnya, pelaku bilang ke korban perlu uang untuk membangun gereja di Semarang. Tapi faktanya uang sebesar Rp 400juta malah digunakan untuk kepentingan pribadi," ucap Bolly, Jumat (14/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Bolly mengatakan Rudi dirungkus pada Selasa (11/6/2013) lalu pukul 04.15 wib di sebuah kos-kosan di daerah Pedurenan, Jaksel. Tak hanya meringkus Rudi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa buku tabungan dan kartu kredit, 8 KTP palsu dan lainnya.

Atas perbuatannya Rudi dikenakan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Dan penyidik juga akan menjerat Rudi dengan Undang-undang Pencucian Uang.