Salah Hitung Skor, Gelar Ratu Kecantikan Dibatalkan - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Salah Hitung Skor, Gelar Ratu Kecantikan Dibatalkan



Selama 24 jam yang gemerlap, peserta kontes kecantikan Denise Garrido merasa seperti seorang ratu. Bagaimana tidak, ia telah dinobatkan sebagai Miss Universe Kanada.


Namun, sehari setelah menerima mahkotanya, sang juara tiba-tiba diberi tahu bahwa posisinya sebagai "ratu" berakhir. Pasalnya, penyelenggara kompetisi telah melakukan kesalahan besar dalam perhitungan skor. Sebuah kesalahan perhitungan telah membuat Garrido dinobatkan sebagai pemenang, padahal ia sesungguhnya menempati posisi keempat (runner up ketiga). 

Mahkota itu sesungguhnya milik Riza Santos, dari Calgary, Alberta.

Garrido, lulusan ilmu biomedis yang memegang sabuk hitam dalam olahraga bela diri taekwondo dan grade 8 dalam piano, sangat terpukul setelah para penyelenggara menyadari adanya kekacauan perhitungan itu.

Direktur Beauties of Canada (BOC), Denis Davila, mengatakan, "Dalam validasi hasil scoring yang dikomputerisasi (yang terjadi sehari berikutnya), sebuah salah ketik ditemukan dalam lima entri, yang secara signifikan berdampak pada hasil akhir kompetisi," lapor Toronto Sun. "Ini merupakan contoh pertama jenis kesalahan semacam itu dalam 11 tahun Beauties of Canada (BOC) melakukan kontes Miss Universe Kanada. Ini merupakan keadaan kurang baik di mana kesalahan yang dibuat manusia terjadi, dan dalam situasi seperti ini, sesulit ini, hal yang tepat hanyalah memperbaiki kesalahan."

Davila meminta maaf kepada Garrido yang berasal dari Bradford, yang bermimpi untuk berkarier di bidang medis atau ilmu yang berfokus pada kanker.

Kini gelar itu telah diberikan kepada pemenang yang sesungguhnya, yaitu Riza Santos, lapor Toronto Sun. Santos sudah pulang ke rumahnya di Alberta ketika kesalahan itu disadari. Namun, kini ia bersatu dengan mahkotanya.

Santos (26 tahun) belajar teknik dan bertugas di angkatan bersenjata ketika masih remaja. Ia terdaftar di Pasukan Cadangan Angkatan Darat Kanada. Gadis itu mengatakan pada situs Beauties of Canada dalam rangka kompetisi tersebut, "Menjadi Miss Universe Kanada berikutnya (bagi saya) lebih dari sekedar memenangkan mahkota. Hal ini akan memberi saya kesempatan untuk melayani negara saya dan memberdayakan perempuan untuk mencapai impian mereka. Tidak semua orang bercita-cita menjadi seorang ratu kecantikan, tapi semua orang layak untuk mencapai impian mereka. Sebagai seorang perempuan yang percaya pikiran yang baik dan semangat, saya berharap untuk mendorong lebih banyak perempuan muda untuk menjadi penggerak dan pelopor dalam bidang apa pun yang mereka pilih."

Didirikan tahun 2002, Beauties of Canada Organization punya hak eksklusif untuk mengirim wakil Kanada ke Miss Universe Pageant. 

Dari kiri ke kanan: Miss World Kanada Denise Garrido, bersama Miss World Irlandia Emma Waldron, dan Miss Universe Slovenia Marika Savsek, saat di India untuk acara amal Healthy Kids Happy Kids Foundation  tahun 2011.
Kesalahan memalukan kali ini terjadi setelah sebuah kontroversi tahun lalu, ketika seorang peserta transjender semula dilarang untuk mengikuti kompetisi itu. Jenna Talackova, saat itu 23 tahun, bersaing dengan 61 kontestan dan berada di antara 12 kontestan di final. Warga Vancouver, British Columbia, itu awalnya ditolak masuk ke kontes karena dia dilahirkan bukan sebagai perempuan.

Dia sudah mencapai final kontes Miss Vancouver sebelum para penyelenggara mencegahnya setelah ada klaim bahwa dia berbohong pada aplikasinya tentang jenis kelaminnya saat lahir. Satu-satunya persyaratan yang tercantum pada situs Miss Universe Kanada adalah bahwa untuk menjadi peserta, para perempuan harus warga negara Kanada dan berusia antara 18 dan 27 tahun. Formulir aplikasi itu tidak menyebutkan aturan mengenai operasi pergantian alat kelamin.

Para aktivis kemudian mengklaim organisasi penyelenggara kontes itu melakukan diskriminatif, dan lebih dari 20.000 orang menandatangani petisi virtual di Change.org yang menuntut agar Talackova bisa kembali mengikuti kontes itu. Donald Trump, yang menjalankan Miss Universe Organization, kemudian membatalkan keputusan larangan tersebut.

Sumber: kompas.com