Makin Banyak Pria Operasi Payudara! - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Makin Banyak Pria Operasi Payudara!



Mendengar banyak wanita yang tidak segan-segan menghabiskan uang hingga puluhan juta untuk memperbesar ukuran payudaranya tentu bukanlah hal yang aneh. Namun, bagaimana jika pria menghabiskan jumlah yang sama banyak, tetapi untuk memperkecil payudaranya?


Fenomena memperkecil payudara saat ini sedang populer di kalangan pria negeri Singapura. Memiliki payudara yang terlalu besar, dalam istilah kesehatan, dikenal sebagai gynaecomatia. Kondisi ini kebanyakan muncul ketika sedang mengalami pubertas.

Gynaecosmatia bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun, itu dinilai dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Chua Jun Jin, pakar operasi plastik di RS Mount Elizabeth, menjelaskan dia sudah banyak menemui pria yang merasa malu, rendah diri, dan khawatir menjadi bahan ledekan.

Kebanyakan dari mereka adalah anak muda yang relatif sangat memperhatikan penampilan. "Khususnya jika mereka wajib militer, tentu perlu berenang, ke gym, atau latihan fisik, semuanya dilakukan tanpa baju, dan ketika itulah mereka merasa rendah diri," papar Chua.

Penderita gynaecomastia sebelum operasi (kiri), sesudah operasi (kanan)
Menurut Chua, ada dua teknik yang bisa dipakai untuk mengecilkan payudara. Pertama, dengan melakukan operasi sederhana, yaitu dokter akan membuat sayatan kecil di bawah puting, dan kemudian mengeluarkan lemak yang ada. Teknik kedua adalah dengan penyedotan lemak melalui puting.

Proses operasi berlangsung singkat, kata Chua, yakni 30 menit hingga 2 jam. Pasien dapat langsung pulang ke rumah seusai operasi. Biayanya sekitar 1.800 dollar Singapura hingga 12.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 14 juta-Rp 90 juta.

Sementara itu, sedot lemak butuh biaya sekitar 6.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 48 juta. "Kebanyakan dari mereka merasa puas dengan hasil operasi, menemukan kembali kepercayaan diri, berhasil lepas dari 'gangguan kesehatan' dan sosial," ujar Chua.

Sumber: kompas.com