Ada Surat Perintah Seks Bebas PNS Bandung - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ada Surat Perintah Seks Bebas PNS Bandung



Polrestabes Bandung terus menelusuri penyebar informasi menyesatkan mengenai surat perintah ritual seks bebas untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bandung. Surat tersebut berkop resmi, disertai materai dan setempel berisi perintah untuk mengikuti ritual hubungan suami istri secara bersama-sama di tempat yang telah ditentukan.

Surat perintah itu bernomor No :41/019-C-Kapuserda Kota Bandung. Dalam surat perintah tersebut berisi beberapa poin yang menginstruksikan beberapa nama yang tercantum dalam surat perintah untuk mengikuti ritual seks bebas.

Disampaikan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Abdul Rakhman Baso, saat ini telah dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran untuk mencari pelaku penyebaran surat perintah yang diduga paslu itu telah dilakukan beberapa waktu lalu. 

"Kita sedang melakukan penyelidikan atas isu ini. Tim khusus sudah dibentuk," katanya saat ditemui diacara PT Pos dan Giro di Jalan Cilaki, Bandung, Rabu, 29 Mei 2013.

Abdul Rakhman menambahkan, hingga kini belum bisa dipastikan mengenai kebenaran surat perintah yang ditandatangani Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah bandung (Kaperpusda) di atas materai Rp 6.000 lengkap dengan stampel Pemkot Bandung.

Dalam lampiran surat itu tercantum 10 nama PNS, di antaranya lima laki-laki dan lima perempuan. Dalam surat perintah itu juga disebutkan, kalau kegiatan tersebut sudah dianggarkan dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Keperpusda No DPA : 1.24. 01.01.03.52 tanggal 1 Januari 2013.

Mereka yang telah melakukan ritual tersebut juga diharuskan melaporkan hasilnya kepada kepala kantor dan pemimpin jamaah terkait.



Kapolres:Surat Perintah Ritual Seks Bebas Palsu


Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso menegaskan jika surat perintah melakukan seks bebas dari salah satu lembaga teknis di Lingkungan Pemkot Bandung Palsu.

"Saya rasa itu sudah dipastikan palsu ," paparnya kepada wartawan saat ditemui di acara PT Pos Indonesia, Jalan Cilaki, Rabu (29/5/2013).

Rakhman mengaku sudah mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kaperpusda Kota Bandung dan diyakini kalau surat itu palsu.

Disinggung apakah Kaperpusda telah melaporkan perihal pemalsuan surat perintah tersebut, Rakhman mengaku belum mengeceknya. Tapi setelah dikonfirmasi ternyata tandatangannya palsu.

"Saya belum cek. Tapi itu ternyata palsu, tandatangannya palsu," bebernya.

Rakhman mengimbau agar warga Kota Bandung tidak mudah mempercayai isu-isu yang menyesatkan yang belum tentu kebenarannya. Jika masyarakat menemukan bisa melaporkan langsung.

Sumber: viva.co.id, inilahkoran.com