Hampir 8 Ribu Mobil Honda di Indonesia Akan Ditarik (Recall) - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Hampir 8 Ribu Mobil Honda di Indonesia Akan Ditarik (Recall)



Gelombang recall kendaraan mulai melanda Indonesia di awal tahun 2013. PT Honda Prospect Motor mengumumkan penarikan 7.982 unit sedan Honda Civic dan sport utility Vehicle (SUV) Honda CR-V mulai Mei mendatang.


Dalam siaran persnya, Presiden Direktur Honda Prospect Tomoki Uchida mengatakan produk-produk tersebut ditarik karena mengalami masalah pada airbag atau kantung udara pelindung. Inflator atau tabung gas pengembang airbag di sisi penumpang depan ditengarai mengalami cacat akibat proses produksi yang tidak sesuai standar. Namun tidak diketahui efek dari kerusakan komponen ini.

Seluruh model yang ditarik merupakan hasil produksi 2002-2003. Dari jumlah itu, Honda CR-V yang ditarik mencapai 4.802 unit, sedangkan sedan Civic yang diduga bermasalah mencapai 3.180 unit.
Honda Civic
Uchida mengatakan perbaikan dan penggantian komponen mobil-mobil ini mulai berjalan pada 10 Mei 2013 di seluruh Indonesia. Program penggantian dan perbaikan mobil yang memakan waktu paling lama satu jam ini berlaku selama 6 bulan. Untuk itu, Honda Prospect akan mengirim pemberitahuan kepada para pemilik mobil agar memperbaiki tunggangannya secara gratis.

Program perbaikan komponen ini, kata Uchida, merupakan tanggung jawab Honda Prospect untuk memastikan seluruh produknya berada dalam standar keamanan dan kualitas. Program ini menjadi upaya Honda Motor Corp untuk memastikan standar ketat untuk seluruh produknya.
Recall produk menjadi masalah serius yang menimpa Honda beberapa waktu terakhir. 

Honda CR-V
Pada Desember 2012, Honda menarik 870 ribu minivan Odyssey karena mengalami masalah pada transmisi otomatis. Awal  tahun ini, Honda juga menarik 370 ribu sedan lantaran masalah pada komponen airbag. Bantal berisi gas itu berpotensi mengembang dan meledak meski tidak terjadi tabrakan.

Di Jepang, Mitsubishi Motor mengumumkan penarikan 3.839 unit SUV Outlander plug-in Hybrid lantaran masalah pada software. Kantor berita Reuters mengabarkan, peranti lunak pengatur kendali roda depan dan belakang bermasalah sehingga mobil bisa kehilangan kendali dan membahayakan pengguna jalan lain.

Pengumuman recall ini berbarengan dengan penghentian produksi dan pengiriman Outlander plug-in Hybrid. Penghentian produksi dilakukan lantaran ada masalah dalam produksi baterai lithium-ion. Baterai-baterai tersebut juga ditengarai memiliki cacat produksi yakni gampang panas. Namun recall ini kemungkinan tidak berdampak terlalu luas karena Outlander Hybrid hanya beredar di Jepang.

Sumber: plasadana.com