Polisi Tangkap Perusak Kantor Tempo - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Polisi Tangkap Perusak Kantor Tempo



Satu orang pelaku pengerusakan kantor Redaksi Tempo di Jalan Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, malam tadi menyerahkan diri ke Resmob Polda Metro Jaya.


Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, pelaku yang menyerahkan diri tersebut bernama Pengkang. "Untuk perkembangan terbarunya, yaitu Pengkang yang menyerahkan diri ke Resmob tadi malam," ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2013).


Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka lain perusak kantor Tempo di kompleks Kebayoran Center, Jakarta Selatan, pada Jumat malam pekan lalu. Tiga tersangka, yaitu Febriatna, Aditya, Fauzi Hidayatullah, ditangkap di Gunung Karang, Desa Cirodok, Pandeglang, Banten. Sedangkan Dodi alias Coki, yang diduga hanya ikut "ngumpul bareng", ditangkap di rumahnya di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.


"Di rumahnya Coki, kami mendapatkan tiga bilah senjata tajam yaitu samurai, parang, dan celurit. Senjata itu yang digunakan oleh Oji Cs di lokasi kejadian," tuturnya.

Saat ini, para pelaku yang sudah diamankan pihak Resmob Polda Metro Jaya dan tengah menjalani pemeriksaan terkait dengan aksi penyerangan di Kantor Tempo, beberapa waktu lalu.

Kantor Tempo diserang puluhan orang tak dikenal, Jumat malam pukul 22.45 WIB. Saat itu puluhan orang menyerang kantor Tempo dan memukuli dua security yang bertugas malam itu. Akibat penyerangan itu, dua satpam mengalami luka dan pintu serta jendela pecah berantakan. 

Pengakuan Tersangka

Febri, Adit, dan Fauzi mengakui jika penyerangan pada Jumat malam lalu terjadi karena mereka dalam kondisi mabuk. "Kami khilaf, karena pengaruh minuman," kata Fauzi alias Oji kepada Tempo, Senin, 18 Maret 2013.

Febri membenarkan pernyataan Oji. Menurut dia, kejadian itu terjadi secara spontan dan mereka tak berniat menyerang ke kantor Tempo. Karena kondisi mabuk, pertengkaran salah satu di antara mereka dengan awak Tempo menyulut emosi. "Enggak ada niat gimana-gimana. Respon cepat saya doang, takut adik saya Adit kenapa-kenapa," kata pria berusia 23 tahun ini. 


Febri berusaha menceritakan kejadian malam itu berdasarkan ingatannya. Menurut dia, Jumat malam pekan lalu dia dan teman-temannya sedang berkumpul dan mengadakan pesta bakar ayam untuk menyambut salah satu kawan mereka yang baru keluar dari rumah sakit. Tak ketinggalan beberapa botol "minuman" jadi teman santapan malam itu. Lokasi kongkow itu memang tak jauh dari belakang kantor Tempo.

Dalam keadaan mabuk, Febri mengaku hanya ingat ketika melihat Aditya, adik kandungnya, perang mulut dengan beberapa orang Tempo yang posisinya terpisah dengan tembok. Tak terima, ia bergegas ke rumah Fauzi alias Oji yang tak jauh dari kantor Tempo. "Saya balik dulu ke rumah Oji, saya ambil "barang", lalu saya balik lagi. Saya takut adik saya diapa-apain," kata dia.

"Saya ngaku labil, terpengaruh minuman, pikirannya negatif macam-macam," kata pria yang pernah menjadi tetangga Oji ini sebelum pindah karena telah berkeluarga. 

Oji menambahkan, "Kami kagak sadar, membabi-buta, maen sabet aja. Maafin kami. Saya kapok. Enggak bakalan minum-minum lagi," kata pria yang bekerja sebagai tukang ojek ini sembari menitikkan air mata.