Pelaku Mutilasi di Jalan Tol Tertangkap - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pelaku Mutilasi di Jalan Tol Tertangkap



Benget Situmorang (35), tersangka pelaku mutilasi yang membuang potongan tubuh korbannya di jalan tol, tertangkap sehari sebelum ulang tahunnya oleh aparat Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu (6/3/2013) pkl. 18.00 WIB di rumah tersangka di Jalan Bungur Raya, Kramatdjati, Ciracas, Jakarta Timur.

Pria tersebut diduga melakukan mutilasi terhadap seorang wanita yang bagian tubuhnya tersebar di Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di kampung Makassar, Jaktim, Selasa (5/3/2013). Polisi menemukan enam potongan tubuh korban yang ditemukan secara terpisah di beberapa lokasi. Korban adalah Darna Sri Astuti sendiri (32), yang merupakan istri tersangka.

Korban diduga masih berusia sekitar 25 hingga 30 tahun, berkulit sawo matang serta memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Rambutnya tampak panjang sebahu, berhidung pesek, memiliki wajah bulat, serta memiliki jempol kaki kiri yang diwarnai cat kuku berwarna hitam.

Benget Situmorang adalah pedagang soto yang membuka lapak di depan rumahnya. Ia lahir di Jambi pada 1977. Pria berkepala botak dan berjanggut panjang ini tiba di Polres Metro Jaktim sekitar pukul 20.45 WIB. Ia langsung digelandang beberapa anggota tim Buser ke gedung Mapolres Jaktim.

Pria tersebut mengenakan kaus cokelat dan celana hitam.Ia hanya berjalan menunduk tanpa berkomentar apapun. "Enggak apa-apa kok," ujarnya singkat saat dicecar wartawan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Saleh masih belum bersedia dimintai keterangan soal penangkapan BS. Sementara itu, Kepala Unite Reserse Kriminal Polsek Makasar Ajun Komisaris Sutono membenarkan bahwa terduga pelaku sudah dibawa ke Mapolrestro Jaktim.

Motif Tersangka

Ada dua orang tersangka dengan pelaku utama adalah suami korban, Benget Situmorang alias Impus, 35 tahun. Pembantunya, Tini, 39 tahun, yang membuang potongan mayat di jalan tol.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, kepada wartawan di kantornya, Rabu, 6 Februari 2013, mengatakan, pembunuhan itu diduga karena cemburu setelah tersangka mengetahui istrinya selingkuh. Pembunuhan dilakukan dengan menggunakan pisau dapur di rumahnya.

Setelah melakukan mutilasi, pelaku menyuruh pembantunya untuk membuang potongan tubuh korban. Pembantunya itu membuang dengan menyewa sebuah angkutan kota D 03 bernomor polisi B 2316 PG. "Pembantunya yang membuang mayat. Dia memakai angkot yang disewa," katanya.

Pelaku maupun korban adalah warga Bunguraya, RT 11 RW 6 nomor 11 Kampung Rambutan Ciracas, Jakarta Timur. Barang bukti adalah dua bilah pisau, satu parang, dan celana panjang pelaku. Kedua pelaku ditangkap di rumahnya pada sekitar pukul 20.30 WIB.

Selasa pagi, 5 Maret 2013, potongan tubuh ditemukan tercecer di jalan tol arah Cikampek, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Saksi pertama yang menemukan adalah seorang anggota polisi dan dua petugas Jasa Marga.

Saat ini, potongan tubuh korban masih berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kasus ini ditangani Polres Jakarta Timur dengan bantuan penyidik Polda Metro dan Mabes Polri.