Tips Jauhkan Si Kecil dari Ancaman Cyber-Bullying - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Tips Jauhkan Si Kecil dari Ancaman Cyber-Bullying



Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun juga di ranah maya. Namun bukan berarti efeknya lebih sepele dari bullying di lingkungan nyata.

Cyber-bullying alias bullying yang terjadi lewat internet, memiliki dampak yang sama besarnya terhadap korban. Terlebih jika korban masih di bawah umur, ketakutan yang timbul dapat mempengaruhi perkembangan psikologinya hingga dewasa.

Agar anak terhindar dari cyber-bullying, Anda dapat melakukan tindakan pencegahannya.

1. Gunakan software untuk memonitor penggunaan internet
Ada banyak pilihan software yang dapat Anda unduh untuk memproteksi penggunaan internet, terutama pada komputer yang digunakan oleh anak. Langkah ini amat bermanfaat sebagai pencegahan, maupun penyelesaian bullying di tahap awal. Semakin cepat Anda mendeteksi munculnya bullying, semakin cepat si kecil terselamatkan.

2. Ajarkan anak untuk cuek
Cuek terhadap aksi bullying, tentu saja. Besar-kecilnya pengaruh bullying terhadap psikologis anak bergantung pada responnya dalam menyikapi ancaman. Jika anak terlalu menanggapinya dengan serius, dia akan lebih mudah masuk dalam perangkap bullying. Namun jika anak tidak mempedulikan dan bersikap santai terhadap ancaman yang masuk, aksi bullying pun akan berhenti dengan sendirinya.


3. Laporkan
Laporkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas aksi bullying. Jika pelaku merupakan teman sekolah anak, Anda dapat melapor ke pihak sekolah seperti guru BP atau kepala sekolah. Anda juga dapat melapor ke orang tua pelaku agar dapat ditindak tegas dengan sanksi yang sesuai. Tentunya, Anda perlu menunjukkan bukti-bukti yang akurat.

4. Simpan bukti-bukti
Saat anak mendapat ancaman via internet, simpan gambar dan pesan yang masuk sebagai bukti. Anda dapat meng-capture pesan yang masuk, sehingga Anda masik dapat memiliki bukti walau pesan telah dihapus atau diedit oleh pengirimnya. Bukti-bukti ini menjadi pendukung untuk menunjukkan kronologis bullying, serta siapa yang ada di posisi pelaku dan korban.

5. Pantau penggunaan komputer
Pastikan Anda mengetahui segala bentuk aktivitas yang anak lakukan dengan komputernya. Anda dapat membatasi penggunaan komputer dan gadget lainnya untuk mencegah penyalahgunaan. Selain itu, membatasi penggunaan gadget juga dapat membuat anak berkonsentrasi pada hal lain dan tidak ketergantungan terhadap teknologi.

Sumber: plasa.msn.com