Diprotes, Film 'Cinta Tapi Beda' Ditambahkan Teks Ini - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Diprotes, Film 'Cinta Tapi Beda' Ditambahkan Teks Ini


Akibat diprotes Front Pembela Islam (FPI) di Tasikmalaya, Jawa Barat, film Cinta Tapi Beda akan tampil dengan wajah baru. Bukan adegan yang dipotong melainkan ditambahkan dengan sebuah teks atau superimpose di akhir film.

"Menurut hukum Fiqih, laki-laki muslim diperbolehkan menikahi seorang perempuan non-muslim. Perempuan muslim menikahi laki-laki non-muslim, pernikahan mereka tidak sah dan haram hukumnya," begitu bunyi tulisannya, seperti yang diucapkan Ketua Forum Gerakan Umat Islam Indonesia, Abdurahman Assegaf, dalam jumpa pers di FX Sudirman, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2013.

Menurut dia, film itu menggambarkan pernikahan beda agama. Bukan merujuk pada tokoh utamanya, Diana, yang diperankan artis Agni Pratistha, melainkan tokoh Thalib dan isterinya yang dimainkan oleh Leroy Osmani dan Diah Ayu Pasha.

Di dalam cerita film, Thalib yang beragama non-muslim memiliki isteri seorang muslimah. Abdurrahman merasa perlu adanya penjelasan di akhir film agar umat Islam di Indonesia tak salah kaprah.

"Mulai Rabu, 9 Januari 2013 sudah mulai diganti untuk teks dan kalimat itu," kata Aris Muda dari rumah produksi Multivision Plus (MVP) Pictures di kesempatan yang sama.

Protes juga datang dari komunitas masyarakat Minang. Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau, Keluarga Mahasiswa Minang Jaya, dan Ikatan Pemuda Pemudi Minangkabau melaporkan Hanung Bramantyo, penanggung jawab film, produser Raam Punjabi, serta Agni Pratistha, ke Polda Metro Jaya, Senin, 7 Januari 2013.

Dalam laporannya, mereka menganggap Cinta Tapi Beda sudah menanamkan kebencian dan penghinaan di muka umum terhadap etnis suku Minang. Tapi Hestu Saputra, sang sutradara, punya pandangan lain. "Kami tidak bicara etnis," katanya. Hestu merasa hanya menyebutkan tokoh Diana tinggal di Padang, bukan dari suku Minang.

Sumber: tempo.co