Alumnus STM Retas Situs Resmi Presiden SBY - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Alumnus STM Retas Situs Resmi Presiden SBY



Peretasan situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudoyono, masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kota Jember, Jawa Timur. Maklum saja, sang peretas tidak lain seorang pemuda yang hanya lulusan sebuah SMK atau dulu dikenal dengan sekolah STM di Jember.  Pemuda biasa itupun hanya bekerja sebagai operator sebuah warung internet (warnet), dimana dirinya membobol situs resmi RI-1 itu.


Cerita terkait pembobolan situs penting itu, bermula dari sebuah warnet bernama Surya Infotama yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto Kebonsari, Jember. Bagaimana tidak, ternyata sang peretas atau populer disebut hacker itu tak lain Wildan Yani Ashari (20), warga Dusun Krajan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember.

Kekagetan warga kota Jember itu, lantaran Wildan hanya dikenal sebagai alumnus sebuah SMK di Jember. Itupun Wildan tidak mengambil jurusan IT (Infomatika dan Komunikasi). Wildan malah lulus dari jruusan teknik bangunan. Yang pasti, kemampuan pemuda penjaga warnet ini telah menjungkir-balikkan komentar sejumlah pakar IT yang mengklaim bahwa situs resmi milik SBY tersebut selama ini sulit dibobol.


Lantas dari mana keahlian meretas jaringan dan situs dimiliki Wildan ?

"Bisa jadi keahlian mengotak-atik situs dan jaringan internet itu dia dapatkan selama bekerja sebagai operator di warnet. Apalagi, selain menjadi penjaga atau operator warnet, belakangan Wildan menjadi teknisi warnet tempat dia bekerja. Mungkin selama bekerja sebagai teknisi warnet itulah, ketrampilan meretas situs dia dapatkan," papar Wahyudi, warga yang tinggal di sekitar Warnet Surya Infotama itu, Senin (28/1).

Menurut Wahyudi, Wildan diciduk Tim Cyber Crime Mabes Polri, pada hari Jumat (25/1) lalu. Saat pencidukan memang tidak menyedot perhatian warga, lantaran dilakukan tengah malam sekira jam 10 malam. Penangkapan Wildan dilakukan saat dia bertugas menjaga warnet, menggantikan petugas jaga sebelumnya.

Sementara Adi Kurniawan, sang pemilik warnet mengaku baru mengetahui jika Wildan diamankan oleh tim Mabes Polri pada Sabtu (26/1) pagi, ketika hendak membuka warnet. Adi menegaskan, Sabtu pagi itu dirinya tidak tahu Wildan ditangkap termasuk beberapa rekan kerjanya. Ia hanya mengetahui pegawainya itu terakhir kali bekerja pada Jumat malam. "Saya makin bingung, karena dua ponsel Wildan tak bisa dihubungi." ujarnya.

Adi dan sejumlah karyawannya baru yakin Wildan ditangkap polisi setelah membuka pintu kantor dan mendapati sepeda motor Wildan terparkir di dalam. Sementara kondisi kantor terlihat acak-acakan. "Malahan, beberapa komputer juga masih menyala," imbuhnya.

Untuk mencari keberadaan Wildan, akhirnya beberapa temannya ikut mencari ke rumah Wildan di Dusun Krajan Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Di rumah Ali Jakfar, orangtua Wildan itulah, kepastian bahwa Wildan diciduk Tim Cyber Crime Mabes Polri terkuak.

Kepada teman Wildan itu, Ali Jakfar menunjukkan surat penangkapan dengan Kepal Surat bertuliskan Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus itu nomer B/39/1/2013/Dit.Tipideksus itu menjelaskan bahwa Wildan alias Yayan diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. Dalam surat itu juga dijelaskan masa penahanan selama 20 hari, terhitung sejak 26 Januari hingga 14 Februari 2012 untuk keperluan proses penyelidikan.

Kapolres Jember, AKBP Jayadi tidak banyak memberikan keterangan pers. Menurut dia, penangkapan Wildan dilakukan Tim Cyber Crime Mabes Polri. "Kalau keberadaan yang bersangkutan (Wildan), saya tidak mengetahui pasti. Tunggu saja kabar selanjutnya," pungkas Jayadi.

Seperti diketahui, Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto kepada wartawan, mengatakan, situs pribadi milik Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang beralamat di http://presidensby.info, sempat di-deface oleh hacker pada Rabu (9/1) lalu. Setelah dilacak, sang peretas ternyata bukan berasal dari Jember seperti yang tertulis pada halaman situs yang di-deface.

Menurut Gatot, IP-nya bukan berasal dari Jember, namun berasal dari salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Belakangan, diketahui sang peretas itu tak lain adalah Wildan, remaja asal sebuah desa di Kabupaten Jember yang bekerja di warnet.