Remaja yang Tidak Kunjung Puber Mungkin Mengalami Masalah Ini - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Remaja yang Tidak Kunjung Puber Mungkin Mengalami Masalah Ini


Beberapa remaja kini telah mengalami pubertas dini karena pengaruh lingkungan, tetapi tidak sedikit juga yang mengalami masalah karena tertundanya pubertas. Tertundanya masa puber pada anak perempuan maupun laki-laki dapat memperlambat perkembangan seksual.

Menurut Children's Memorial Hospital, masa pubertas yang normal terjadi ketika bagian dari otak yang disebut dengan hipotalamus mengirimkan hormon ke bagian lain dari otak yang disebut pituitari. Hormon ini dapat merangsang kelenjar hipofisis untuk memproduksi 2 hormon yang berbeda.

Kedua hormon tersebut merangsang ovarium pada wanita untuk membuat estrogen dan androgen, sedangkan pada pria akan merangsang testis untuk membuat testosteron.

Hormon tersebut menyebabkan perkembangan payudara, pertumbuhan rambut kemaluan dan menstruasi pada anak perempuan. Sedangkan pada anak laki-laki akan menyebabkan tumbuhnya rambut kemaluan dan wajah seperti kumis dan jambang, perkembangan badan, serta perbesaran penis dan testikel.

Pubertas biasanya terjadi antara usia 7 sampai 13 tahun untuk anak perempuan, dan antara usia 9 sampai 15 tahun untuk anak laki-laki. 

Lucile Packard Children Hospital (LPCH) di Stanford mencatat gejala tertundanya pubertas pada anak perempuan seperti payudara tidak kunjung berkembang meski telah berusia 13 tahun, menstruasi baru terjadi setelah 5 tahun semenjak pertumbuhan payudara, rambut kemaluan tidak kunjung tumbuh pada usia 14 tahun, dan tidak mendapat menstruasi hingga usia 16 tahun.

Pada anak laki-laki, gejala tertundanya pubertas ditandai dengan kurangnya pembesaran testis pada usia 14 tahun, kurangnya rambut kemaluan pada usia 15 tahun, dan membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk perubahan badan.

Seperti dilansir EmpowHer, Selasa (23/10/2012), jika pubertas tidak kunjung datang meski anak telah mencapai usia lebih dari 15 tahun, mungkin kondisi kesehatan berikutlah alasannya:

1. Constitutional Growth delay (CGD)
Children’s Hospital Boston menyatakan bahwa sekitar 60 persen dari anak laki-laki yang pubertasnya tertunda disebabkan oleh Constitutional Growth delay (CGD), yaitu penundaan pertumbuhan tulang sementara.

2. Masalah pada kelenjar hipofisis
Dalam kasus lain, Children’s Memorial Hospital menyatakan bahwa baik anak laki-laki dan anak perempuan yang tidak kunjung mengalami pubertas mungkin memiliki masalah pada kelanjar hipofisis atau hipotalamusnya.

Otak tidak mampu membuat hormon yang diperlukan untuk memulai pubertas. Ovarium dan testis mungkin dapat bekerja secara normal, tetapi tidak pernah menerima sinyal dari otak untuk mulai membuat hormon pubertas.

3. Masalah pada ovarium atau testis
Penyebab lain mungkin adalah masalah pada ovarium atau testis yang tidak dapat membuat hormon pubertas meski otak telah terus menerus mengirim sinyal ke indung telur dan testis.

4. Masalah pada kromosom
Tertundanya pubertas dapat disebabkan karena masalah pada kromosom. Hal ini menyebabkan masalah pada produksi hormon seks dan dapat memperlambat perkembangan seksual.

5. Kondisi fisik
Pubertas tertunda juga dapat disebabkan oleh kondisi fisik antara lain kekurangan gizi, penyakit kronis seperti diabetes, efek samping obat, infeksi dan trauma pada ovarium dan testis.

Sumber: detik.com