Borobudur dan Sendratari Ramayana Terima Sertifikat Rekor Dunia Guinness - IniKabarKu.com

Breaking


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Borobudur dan Sendratari Ramayana Terima Sertifikat Rekor Dunia Guinness


Candi Borobudur dan sendratari kolosal Ramayana mendapat sertifikat dari Guinness World Records sebagai situs arkeologis Candi Buddha terbesar di dunia.

Sertifikat rekor dunia itu diserahkan perwakilan Guinness World Records Ltd, Lusia Sinigagliesi, kepada Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo, di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Senin (15/10).

Borobudur yang dibangun antara 750-842 M dengan volume 60 ribu meter kubik merupakan candi megah yang ukurannya tidak ada bandingannya.

"Borobudur candi terbesar di dunia tidak hanya diakui Guinness World Records, banyak buku yang menyebutkan hal tersebut," kata Lusia.

Menyinggung masuknya Borobudur dalam Guinness World Records apakah akan berdampak bagi Candi Borobudur, Lusia menyebut Guinness World Records mempunyai kekuatan dunia sehingga akan makin banyak tamu yang datang ke candi ini.

Sementara itu Purnomo mengatakan, selain Candi Borobudur, Sendratari Ramayana Prambanan juga mendapatkan piagam Guinness World Records sebagai sendratari kolosal yang telah berlangsung sejak 1961 hingga sekarang.

Dari persepektif industri pariwisata, piagam Guinness World Records kepada Borobudur dan Sendratari Ramayana Prambanan tersebut dapat dipakai terus menerus dalam upaya kegiatan promosi dan pemasaran domestik maupun internasional secara sistematik melalui berbagai jaringan pariwisata baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan mendapat penghargaan dunia ini harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan terhadap para tamu.

"Apa yang sudah dicatat dunia itu jangan sampai mengecewakan orang yang datang ke sini," kata Purnomo.

Candi Borobudur masuk ke Guinness World Records, setelah PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) mengajukan proposal. Pada proposal pertama 2011 ditolak karena kurang lengkap datanya dan tahun ini bisa mendapatkan setelah disurvei.


sumber : kaskus.co.id