Bom Gereja Surabaya: 1 Keluarga, 3 Cara Peledakan

gegana_bom_surabaya 

Bom mengguncang 3 gereja di Surabaya. Pelaku ditengarai 6 orang satu keluarga. Cara pelaku meledakkan bom di gereja berbeda-beda.

Modus dan jenis bom ini diungkap Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dita Oepriarto (47) disebut pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid (JAD) di Surabaya. JAD diduga pendukung ISIS. Karena ISIS di tingkat internasional ditekan dan pimpinannya di Indonesia ditangkap, pelaku beraksi.

Dita meledakkan bom di Gereja Pantekosta, Minggu (13/4) sambil mengemudikan mobil Toyota Avanza. Sebelumnya, Dita mengantar istri, Puji Kuswati (43), dan dua anak perempuannya, FS (12) dan FR (9) ke GKI Jl Diponegoro, dan dua anak laki-lakinya, YF (18) dan FA (16) ke Gereja Santa Maria Tak Bercela di kawasan Ngagel.

Menurut Tito, semua bom di 3 gereja aksi bunuh diri. Jenis bomnya berbeda. Bom yang diledakkan Dita menggunakan bom yang diletakkan di kendaraan dan ditabrakkan.

"Ini paling besar," kata Tito.

Sedangkan bom yang dipakai Puji dan dua anak perempuannya termasuk bom pinggang. Terlihat dari kerusakan tubuh pelaku, yakni hanya bagian perut.

"Tidak ada korban dari masyarakat," jelas Tito.

Sementara bom di Gereja Santa Maria termasuk bom pangku. "Dibawa pakai motor, efeknya cukup besar," ungkap Tito.

Jenis-jenis bom itu, menurut Tito, sangat khas. Untuk bahan dan detail bom, Polri masih melakukan observasi di laboratorium forensik.

Bom di 3 gereja, berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (14/5) dini hari, menyebabkan 13 orang tewas, termasuk pelaku. Sebanyak 43 orang terluka.

(detik.com - Triono Wahyu Sudibyo)
Previous
Next Post »